IHSG Berakhir Menghijau Saat Bursa China Anjlok 3,7%
Senin, 08 Oktober 2018 - 16:25 WIB
IHSG Berakhir Menghijau Saat Bursa China Anjlok 3,7%
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (8/10/2018) berakhir menghijau untuk menjaga tren positif sepanjang hari ini saat mayoritas bursa Asia terkapar dipimpin kejatuhan terdalam pasar saham China hingga anjlok 3,7%. Hingga sesi sore, IHSG ditutup menguat 29,14 poin atau 0,51% ke level 5.761,07.
IHSG pada perdagangan sesi I siang tadi terpantau menguat tipis 22,20 poin atau 0,39% menjadi 5.754,13 setelah pada sesi pembukaan pagi tadi meningkat ke posisi 5.763,16 lewat kenaikan 0,545%. Posisi tersebut masih terlihat lebih baik dibandingkan penutupan Jumat, kemarin yang terpaku di 5.731,93
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,81 triliun dengan 11,21 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp737,32 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp1,75 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,02 triliun. Tercatat sebesar 167 saham menguat, 225 melemah dan 129 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp2.975 menjadi Rp74.750, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) bertambah Rp290 menjadi Rp4.000 dan PT Indospring Tbk. (INDS) melonjak Rp240 ke posisi Rp2.380.
Sementara, saham-saham dengan pelemahan yakni PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp75 menjadi Rp6.875, PT Indospring Tbk. (INDS) menyusut Rp175 menjadi Rp605 serta PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) jatuh Rp110 ke posisi Rp1.540.
Pada perdagangan awal pekan, pasar saham China anjlok sangat dalam setelah Bank Sentral memotong rasio cadangan perbankan untuk pemberi pinjaman. Hingga perdagangan sore hari Senin, komposit Shanghai membukukan kinerja harian terburuk dalam beberapa bulan.
Tercatat komposit Shanghai turun sangat dalam mencapai 3,72% menjadi 2.716,51 untuk menandai penurunan terbesar sejak 19 Juni, berdasarkan data perusahaan jasa keuangan China, Wind Information. Sementara komposit Shenzhen jatuh 3,834% hingga berakhir dia sekitar level 1.386,28 pada hari pertama perdagangan sejak liburan Golden Week berakhir.
Selanjutnya indeks Hang Seng juga mengalami tekanan usai kehilangan 1,39% atau setara dengan 370,0 poin menuju posisi 26,202.57. Semua bank utama China terlihat mengalami penurunan tajam pada hari Senin. Bank Industri dan Komersial China turun 3,64% diikuti penyusutan China Construction Bank yang jatuh 4,28% sedangkan Agricultural Bank of China kehilangan 2,57%.
Pasar Australia juga mengakhiri hari lebih rendah dengan ASX 200 merosot 1,38% pada posisi 6.100,3 dengan sektor utama lebih rendah. Sektor keuangan mengalami tekanan paling besar hingga ditutup terpuruk 1,33% dengan saham Australia dan Grup Perbankan Selandia Baru (ANZ) ambruk 2,63% dan Commonwealth Bank of Australia turun 0,93%.
Pasar Asia lainnya juga berada di wilayah negatif. Indeks Kospi Korea Selatan tergelincir 0,6% hingga ditutup menjadi 2.253,83, sementara saham industri kelas berat Samsung Electronics bertahan dengan kenaikan 0,56%. Di sisi lain bursa sahan Jepang ditutup karena libur nasional.
IHSG pada perdagangan sesi I siang tadi terpantau menguat tipis 22,20 poin atau 0,39% menjadi 5.754,13 setelah pada sesi pembukaan pagi tadi meningkat ke posisi 5.763,16 lewat kenaikan 0,545%. Posisi tersebut masih terlihat lebih baik dibandingkan penutupan Jumat, kemarin yang terpaku di 5.731,93
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,81 triliun dengan 11,21 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp737,32 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp1,75 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,02 triliun. Tercatat sebesar 167 saham menguat, 225 melemah dan 129 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp2.975 menjadi Rp74.750, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) bertambah Rp290 menjadi Rp4.000 dan PT Indospring Tbk. (INDS) melonjak Rp240 ke posisi Rp2.380.
Sementara, saham-saham dengan pelemahan yakni PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp75 menjadi Rp6.875, PT Indospring Tbk. (INDS) menyusut Rp175 menjadi Rp605 serta PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) jatuh Rp110 ke posisi Rp1.540.
Pada perdagangan awal pekan, pasar saham China anjlok sangat dalam setelah Bank Sentral memotong rasio cadangan perbankan untuk pemberi pinjaman. Hingga perdagangan sore hari Senin, komposit Shanghai membukukan kinerja harian terburuk dalam beberapa bulan.
Tercatat komposit Shanghai turun sangat dalam mencapai 3,72% menjadi 2.716,51 untuk menandai penurunan terbesar sejak 19 Juni, berdasarkan data perusahaan jasa keuangan China, Wind Information. Sementara komposit Shenzhen jatuh 3,834% hingga berakhir dia sekitar level 1.386,28 pada hari pertama perdagangan sejak liburan Golden Week berakhir.
Selanjutnya indeks Hang Seng juga mengalami tekanan usai kehilangan 1,39% atau setara dengan 370,0 poin menuju posisi 26,202.57. Semua bank utama China terlihat mengalami penurunan tajam pada hari Senin. Bank Industri dan Komersial China turun 3,64% diikuti penyusutan China Construction Bank yang jatuh 4,28% sedangkan Agricultural Bank of China kehilangan 2,57%.
Pasar Australia juga mengakhiri hari lebih rendah dengan ASX 200 merosot 1,38% pada posisi 6.100,3 dengan sektor utama lebih rendah. Sektor keuangan mengalami tekanan paling besar hingga ditutup terpuruk 1,33% dengan saham Australia dan Grup Perbankan Selandia Baru (ANZ) ambruk 2,63% dan Commonwealth Bank of Australia turun 0,93%.
Pasar Asia lainnya juga berada di wilayah negatif. Indeks Kospi Korea Selatan tergelincir 0,6% hingga ditutup menjadi 2.253,83, sementara saham industri kelas berat Samsung Electronics bertahan dengan kenaikan 0,56%. Di sisi lain bursa sahan Jepang ditutup karena libur nasional.
(akr)
Lihat Juga :