CIMB Niaga Tawarkan Sukuk Mudharabah dan Obligasi Subordinasi

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:41 WIB
CIMB Niaga Tawarkan...
CIMB Niaga Tawarkan Sukuk Mudharabah dan Obligasi Subordinasi
A A A
JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) melakukan penawaran Umum Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2018 serta Obligasi Subordinasi III Bank CIMB Niaga Tahun 2018. Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I dengan nilai pokok Rp500 miliar merupakan bagian dari Penawaran Umum Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga dengan target dana Rp4 triliun.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan, dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis Unit Usaha Syariah CIMB Niaga. "Dalam hal ini utamanya untuk penyaluran pembiayaan syariah," kata Tigor saat Public Expose Tahun 2018 Penawaran Umum Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2018 serta Obligasi Subordinasi III Bank CIMB Niaga Tahun 2018 di Jakarta, Senin (15/10/2018).

Sukuk tersebut ditawarkan dengan tiga seri yakni seri A dengan kupon sukuk Mudharabah 7,60%-8,60% memiliki tenor 370 hari. Lalu seri B dengan kupon sukuk Mudharabah 8,60%-9,60% dengan jangka waktu 3 tahun dan seri C dengan kupon sukuk Mudharabah sebesar 8,75%-9,75% dengan jangka waktu 5 tahun.

"Sukuk Mudharabah CIMB Niaga mendapat peringkat idAAA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Dan kami berharap pasar akan menyambut baik aksi korporasi ini," imbuhnya. Adapun Obligasi Subordinasi III Bank CIMB Niaga Tahun 2018 diterbitkan dengan nilai pokok sebesar Rp100 miliar.

Direktur Strategy and Finance CIMB Niaga Wan Razly mengungkapkan, dalam aksi korporsi ini, perseroan menawarkan dua seri yakni seri A dengan kupon obligasi 9,35%-10,35% dan memiliki tenor sebesar 5 tahun. Sedangkan seri B memiliki tenor 9,85%-10,85% dengan tenor 7 tahun.

"Penerbitan obligasi ini merupakan strategi kami untuk memperpanjang tenor pendanaan hingga 5 sampai 7 tahun," ujar Razly. Selain itu, inisiatif ini juga untuk memenuhi POJK Nomor 14/POJK.03/2017 terkait Rencana Aksi atau Recovery Plan guna menjaga ketahanan permodalan serta mendukung pertumbuhan kredit.

Adapun total kredit bruto yang disalurkan per 30 Juni 2018 mencapai Rp185,7 triliun. "Dengan penerbitan obligasi ini diharapkan bisa dukung pertumbuhan loan kita. Hingga akhir tahun 2018, diproyeksi kredit CIMB NIAGA bisa naik sekitar 3%," ungkap dia.

Dalam penerbitan Sukuk dan Obligasi Subordinasi ini, CIMB Niaga menunjuk tiga perusahaan sebagai penjamin emisi yaitu PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan Sucor Sekuritas. Sedangan yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Permata Tbk.

Perseroan menjadwalkan masa bookbuilding Sukuk dan Obligasi Subordinasi tersebut pada 15-26 Oktober 2018 dan penjatahan pada 13 November 2018. Adapun pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 16 November 2018.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sukuk Ritel SR017 Sudah...
Sukuk Ritel SR017 Sudah Bisa Dibeli, Solusi Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Imbal Hasil Lebih Tinggi...
Imbal Hasil Lebih Tinggi dari Suku Bunga Acuan, Sukuk Ritel SR016 Bisa Jadi Alternatif Investasi
Mengenal Lebih Dekat...
Mengenal Lebih Dekat 5 Jenis Investasi Syariah
SBN Syariah Seri ST009...
SBN Syariah Seri ST009 Sudah Bisa Dibeli, Passive Income Sambil Menjaga Bumi
Ada 3.447 Proyek Dibiayai...
Ada 3.447 Proyek Dibiayai SBSN: Dari Trans Sumatera hingga Double Track KA
BI Beli Surat Berharga...
BI Beli Surat Berharga Syariah Negara Rp1,7 Triliun
Berita Terkini
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
9 menit yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
15 menit yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
35 menit yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
50 menit yang lalu
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
1 jam yang lalu
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
1 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved