Terobosan Baru, Rawa Dijadikan Kantong Penyangga Pangan Nasional

Rabu, 17 Oktober 2018 - 21:52 WIB
Terobosan Baru, Rawa...
Terobosan Baru, Rawa Dijadikan Kantong Penyangga Pangan Nasional
A A A
JAKARTA - Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mewujudkan kedaulatan pangan hingga menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045 optimis bisa dicapai. Pemanfaatan lahan rawa yang begitu luas menjadi salah satu terobosan baru mengejewantahkan hal tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang saat ini berada di lokasi peringatan Hari Pangan Sedunia ke-38 di Kalimantan Selatan mengungkapkan potensi lahan rawa di Indonesia sangat luas yakni mencapai 34,1 juta hektare. Lahan rawa ini tersebar di 18 provinsi dan 300 kabupaten.

“Apabila digarap 10 juta hektare saja, ditanam minimal dua kali setahun, dengan produktivitas 6 ton per hektare, akan menghasilkan padi 120 juta ton setara 60 juta ton beras. Beras surplus bahkan bisa memasok kebutuhan dunia," demikian ungkap Amran di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dalam rilis yang diterima SINDOnews di Jakarta, Rabu (17/10).

Menurut Amran, besarnya produksi tersebut, tentu sudah sangat jelas menunjukkan rawa sebagai kantong penyangga pangan nasional. Dengan demikian, lahan rawa yang sangat luas tersebut harus dikelola melalui model full mekanisasi sehingga biaya lebih efisien, hemat tenaga kerja dan dikelola dalam skala luas dengan manajemen korporasi agar dinikmati petani secara luas.

"Model full mekanisasi dengan pola korporasi ini akan meningkatkan indek pertanaman menjadi 3 kali setahun dan produktivitas naik menjadi 8,3 ton per hektare, sehingga menghasilkan produksi padi 250 juta ton, senilai Rp 1.134 triliun. Ini akan menjadi role model bagi pangan ke depan," terangnya.

Amran menyebutkan lahan rawa tidak sebatas dimanfaatkan untuk menghasilkan padi tetapi disamping itu, juga bisa ditanam komoditas pangan strategis lainnya yakni jagung, kedelai, sayuran, buah, ternak dan ikan.

“Kunci suksesnya ada pada manajemen air, dengan kanalisasi dan pengaturan keluar masuk air ke dalam sawah. Tidak ada sulit apabila kita mau bersungguh sungguh bekerja mewujudkan obsesi kedaulatan pangan," sambung Amran.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS: Data Tunggal Produksi...
BPS: Data Tunggal Produksi Pangan Nasional Telah Digunakan
Mentan Tegaskan Komitmen...
Mentan Tegaskan Komitmen Jaga Target Produksi Pangan
Lewat Bertani on Cloud,...
Lewat Bertani on Cloud, Kementan Minta Produksi Pangan Tidak Berhenti
Kementan Tingkatkan...
Kementan Tingkatkan Produksi Pangan Lewat Optimasi Lahan Rawa
Kembangkan Pangan Lokal,...
Kembangkan Pangan Lokal, Kementan Tingkatkan Produksi Ubi Kayu
Diversifikasi Pangan...
Diversifikasi Pangan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
20 menit yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
1 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
1 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
3 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
4 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
4 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved