Ini Kata Sri Mulyani soal Polemik Dana Kelurahan

Senin, 22 Oktober 2018 - 14:52 WIB
Ini Kata Sri Mulyani...
Ini Kata Sri Mulyani soal Polemik Dana Kelurahan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat bicara soal polemik pencairan dana untuk kelurahan yang ada di Indonesia. Saat ini, pemerintah memang tengah mengkaji pencairan dana agar kelurahan mendapatkan alokasi anggaran langsung dari pemerintah pusat seperti yang diperoleh desa melalui dana desa.

Dia mengatakan, rencana pemerintah menggulirkan alokasi dana kelurahan muncul saat pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan, para walikota mengungkapkan keluh kesahnya lantaran kecemburuan kelurahan karena tidak mendapatkan dana seperti desa.

"Ada satu kabupaten yang bisa memiliki kelurahan dan desa. Desa mereka dapat, tapi kelurahan tidak dapat. Sehingga menimbulkan satu tensi yang cukup nyata di berbagai tempat di mana untuk satu kabupaten yang sama desanya dapat anggaran langsung dari pemerintah pusat berupa dana desa. Sementara kelurahan tidak dapat. Sehingga perlu kita menjaga suatu tensi itu, dari sisi harmoni antara pemerintah-pemerintah di daerah," katanya di Gedung BPK, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Untuk dana kelurahan, kata wanita yang akrab disapa Ani ini, pemerintah tidak menyiapkan skema atau formula khusus seperti dana desa. Nantinya, alokasi dana tersebut akan dibahas oleh Kementerian Dalam Negeri dan DPR.

"Jadi tidak melakukan formulasi seperti alokasi dana desa yang ada formulanya berdasarkan jumlah penduduk, kemiskinan, ketertinggalan mereka. Tapi karena merupakan SKPD, jadi nanti Mendagri dan kami akan membuat keputusan terkait formula pembagiannya," imbuh dia.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumulo menambahkan, dana kelurahan ini sifatnya tidak seperti dana desa. Dana tersebut hanya untuk stimulan bagi kelurahan dan tidak akan sebesar dana desa.

"Dana kelurahan itu bukan seperti dana desa. Itu keinginan semua walikota yang disampaikan kepada Mendagri, Menkeu dan Presiden, mbok ya kelurahan itu ada semacam stimulan. Sifatnya stimulan karena kelurahan itu SKPD sudah ada pos anggaran sendiri. Seandainya nanti hasil rapat Bu Menkeu dengan DPR misalnya disetujui, itu semata-mata hanya stimulan. Apakah Rp 100 juta atau berapa," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Atasi Stunting, Sri...
Atasi Stunting, Sri Mulyani Tambah Dana Desa & Duit Transfer ke Daerah
Sri Mulyani: Realisasi...
Sri Mulyani: Realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Januari Capai Rp54,92 Triliun
Sri Mulyani Bakal Pelototin...
Sri Mulyani Bakal Pelototin Penggunaan Anggaran Dana Desa
Ada Sinyal, Realisasi...
Ada Sinyal, Realisasi BLT Desa Bakal Tak Sesuai Target
Diperluas Jadi Jaring...
Diperluas Jadi Jaring Pengaman Sosial, Sri Mulyani Tambah BLT Dana Desa
BLT Dana Desa Mau Cair,...
BLT Dana Desa Mau Cair, Sri Mulyani Colek Risma Soal Update Data
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved