Inovasi Teknologi Tekstil Dikenalkan ke Ratusan Pelaku Usaha di JFW

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 04:05 WIB
Inovasi Teknologi Tekstil...
Inovasi Teknologi Tekstil Dikenalkan ke Ratusan Pelaku Usaha di JFW
A A A
JAKARTA - CCI (Cotton Council International) kembali menampilkan inovasi teknologi tekstil termutakhir kepada ratusan pelaku usaha tekstil dalam acara Jakarta Fashion Week (JFW) 2018 di The Hall Senayan City, Jakarta. Di hadapan para pengusaha tekstil, media, dan pengunjung Jakarta Fashion Week (JFW), Cotton USA memperkenalkan inovasi teknologi terbaru yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas produksi tekstil.

“Ini adalah inisiatif Cotton USA yang bertujuan untuk memperkenalkan keunggulan kapas Amerika dan inovasi teknologi terbaru yang diusung perusahaan, demi meningkatkan kualitas produksi beragam produk tekstil,” kata Ivana Noor, Assistant Program Representative of CCI dalam siaran persnya, Jumat (26/10/2018).

Sambung dia menambahkan, saat ini penggunaan inovasi teknologi terbaru yang diatur dan dilakukan oleh CCI bisa diaplikasikan untuk berbagai jenis produk tekstil berbahan kapas AS, dari bahan pakaian, tekstil untuk perabotan, dan tekstil untuk kebutuhan rumah tangga.

Sebagai tambahan, Ivana juga mengatakan, perusahaan selalu berkomitmen untuk mendampingi para pelaku industri manufaktur dalam memahami penggunaan teknologi terbaru. Tentu ini bisa membawa peluang baru dan manfaat bagi industri tekstil Indonesia. Dengan komitmen ini, Ivana meyakini, produk kapas AS selalu menjadi produk kapas terpercaya di dunia.

Sejalan dengan Ivana Noor, Deepak Anand, Presiden Direktur Argo Pantes dan Carel Christanto, COO APAC Inti Corpora mewakili pihak produsen pengguna Cotton USA juga sepakat menilai, penggunaan kapas Amerika (Cotton USA) memang jauh lebih unggul dari segi kualitas jika dibandingkan kapas negara lain. Kendati lebih tinggi dari segi harga, tapi hal tersebut dirasakan sangat setara dengan hasil serta kualitas dari produk yang dihasilkan.

CCI melalui merek dagang Cotton USA telah dipercaya oleh pabrik-pabrik dan perusahaan tekstil di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dikarenakan lima hal. Antara lain, berkualitas tinggi karena 100% dipetik menggunakan mesin sehingga bebas kontaminasi.

“Semua kapas yang tumbuh di Amerika Serikat terdaftar di U.S. Department of of Agriculture (USDA), menggunakan sistem High Volume Instrument (HVI) yang dikembangkan di Amerika dan sekarang digunakan untuk mengevaluasi kapas-kapas dunia,” ujar Ivana.

Lebih lanjut dikatakannya, nilai tak tertandingi dari kapas AS berakar pada bagaimana produk tumbuh dan diproses untuk menjadikan bisnis Anda berproduktivitas maksimum. “Kapas AS menawarkan serat dengan bentuk yang sama dan konsisten, sehingga membantu memastikan produk akhir selalu sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan,” tambahnya.

Produksi kapas AS juga mengikuti berbagai peraturan yang ketat dan wajib dilaksanakan. Para petani kapas AS menggunakan teknologi. Pekerjaannya terkomputerisasi agar mengurangi jumlah penggunaan air dan pelestarian bibit bisa dilaksanakan. “Amerika Serikat juga memiliki sistem paling komprehensif dalam memantau dan mengukur semua aspek sustainability,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Alasan Industri...
Ini Alasan Industri Benang Jahit Tetap Kokoh di Tengah Pandemi
COTTON DAY 2020 Dorong...
COTTON DAY 2020 Dorong Transformasi Industri Tekstil Saat Pandemi
Pemerintah Dorong Pembangunan...
Pemerintah Dorong Pembangunan Kawasan Industri Tekstil hingga Fesyen
Bikin Industri Tekstil...
Bikin Industri Tekstil Lokal Sakit, Ini Besaran Tarif Produk Impor
Tren Industri Fesyen...
Tren Industri Fesyen Tanah Air Berubah Selama Pandemi
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Berita Terkini
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
17 menit yang lalu
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
37 menit yang lalu
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
1 jam yang lalu
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
2 jam yang lalu
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved