Kementan Dorong Peningkatan Daya Saing Bawang Putih Nasional

Minggu, 28 Oktober 2018 - 15:30 WIB
Kementan Dorong Peningkatan...
Kementan Dorong Peningkatan Daya Saing Bawang Putih Nasional
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmen mengembangkan bawang putih nasional dengan target mencapai swasembada bawang putih seperti yang pernah dicapai pada era 1994-1995. Saat itu, produksi bawang putih nasional mencapai 152.000 ton, dan luas areal tanam lebih dari 21.000 hektare (ha).

Sementara saat ini, luas areal tanam bawang putih nasional terus tergerus hingga tersisa sekitar 2.000 ha dengan produksi hanya 20.000 ton per tahun. Padahal, kebutuhan nasional lebih dari 500.000 ton setahun. Derasnya arus impor bawang putih, khususnya dari China, disebut sebagai penyebab turunnya produk lokal dari tahun ke tahun.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengakui, bawang putih lokal saat ini kalah kompetitif dibandingkan bawang putih impor asal China atau India. Prihasto menjelaskan, saat ini biaya pokok produksi petani bawang putih Indonesia masih di kisaran Rp11.000/kg. Sementara di China, biaya produksi hanya sekitar Rp5.000/kg dan di India bahkan hanya sekitar Rp2.000/kg.

"Tapi bukan berarti produk kita menjadi tidak kompetitif. Kita punya keunggulan komparatif spesifik, salah satunya aroma yang lebih kuat," ujar Prihasto dalam keterangan tertulis, Minggu (28/10/2018).

Kementan, tegas dia, sangat menyadari pentingnya aspek kompetitif ini dan terus mendorong agar biaya produksi bisa ditekan. Benih sebagai komponen biaya produksi terbesar menurutnya terus diupayakan ditekan harganya. Akhir 2017 lalu harga benih mencapai Rp60.000-70.000/kg. Sementara produktivitas rata-rata baru 8-9 ton per ha.

"Kalau kita bisa tekan harga benih menjadi Rp30.000 lalu produktivitas dinaikkan dari menjadi 10 ton/ha, maka biaya produksi bisa kita efisienkan menjadi hanya sekitar Rp7.000/kg. Dengan harga tersebut kita bisa lebih kompetitif nantinya," jelas Prihasto.

Prihasto mengatakan, kendala utama dalam upaya membangkitkan kembali bawang putih nasional adalah ketersediaan benih dan melatih serta memotivasi kembali petani yang sudah lama tidak menanam bawang putih lagi. Dari sisi ketersediaan lahan, tegas dia, Indonesia masih sangat potensial.

"Potensi sumberdaya lahan yang cocok untuk bawang putih sementara teridentifikasi lebih dari 725.000 ha yang tersebar di 51 Kabupaten. Untuk mencapai swasembada butuh areal 78.000 ha sampai tahun 2021," tuturnya.

Terkait kekurangan benih, Anton menyebut Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya percepatan penyediaan benih. Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah menerjunkan tim ke berbagai negara seperti China, Taiwan, India dan Mesir untuk mencari benih yang bisa ditanam di Indonesia. Selain mengoptimalkan produksi benih lokal, Kementan juga mengizinkan penggunaan benih impor asal Taiwan varietas GBL yang telah diuji cocok ditanam di Indonesia.

Prihasto juga mengajak perguruan tinggi dan lembaga penelitian pertanian untuk bisa menghasilkan teknologi budidaya bawang putih yang berdaya saing. "Nyatanya, hasil penanaman varietas Tawangmangu Baru (TMB) yang ditanam di Tawangmangu Karanganyar dengan perawatan intensif mampu menghasilkan bawang putih dengan produktivitas 26 ton/ha. Rata-rata di petani Tawangmangu bisa 16-18 ton/ha," kata dia.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bantah Stok Bawang Putih...
Bantah Stok Bawang Putih Menipis, Kementan: Aman Sampai Lebaran
Pengamat: Pemerintah...
Pengamat: Pemerintah Perlu Sinkronkan Aturan Impor Bawang Putih
Presiden Prabowo Diminta...
Presiden Prabowo Diminta Berantas Mafia Impor Bawang Putih
Stok Bawang Putih Menipis,...
Stok Bawang Putih Menipis, Harga Terus Merangkak
Kisruh Impor Bawang...
Kisruh Impor Bawang Putih, DPR Akan Telusuri Penerbitan SPI
Tanam Bawang di Food...
Tanam Bawang di Food Estate Humbahas Gagal, Komisi IV DPR Bakal Cek Lapangan
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
43 menit yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
2 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
3 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
5 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved