Rupiah Berakhir Lesu di Level Rp15.220/USD, Dolar Kokoh

Senin, 29 Oktober 2018 - 16:55 WIB
Rupiah Berakhir Lesu...
Rupiah Berakhir Lesu di Level Rp15.220/USD, Dolar Kokoh
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir sesi perdagangan, Senin (29/10/2018) ditutup masih lesu untuk melanjutkan tren pelemahan sejak pembukaan pagi tadi. Mata uang Garuda sulit keluar dari tekanan dengan masih berada di kisaran level Rp15.220/USD saat dolar justru berdiri kokoh.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore masih tertekan pada level Rp15.220/USD dibandingkan sebelumnya Rp15.214/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp15.200 hingga Rp15.227/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi akhir masih sulit keluar dari zona merah dengan berada pada level Rp15.220/USD. Posisi tersebut memperlihatkan rupiah terus berada di wilayah negatif dibanding penutupan akhir pekan kemarin.

Menurut data Bloomberg di penutupan perdagangan, rupiah tergelincir menjadi Rp15.222/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dibandingkan Jumat kemarin Rp15.216/USD dengan pergerakan harian rupiah pada hari ini berada di kisaran Rp15.212-Rp15.230/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada jalur pelemahan di level Rp15.218/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah gagal melawan balik USD dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp15.207/USD.

Di sisi lain dolar seperti dilansir Reuters, berdiri kokoh saat ekuitas jatuh, dimana sentimen global masih rapuh. Dolar terpantau naik menuju level tertinggi 10 pekan terhadap enam mata uang utama lainnya pada Senin karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global merembes ke pasar.

Saham di dunia telah dijual pada bulan Oktober, dilanda kekhawatiran atas pendapatan perusahaan dan ketidakpastian geopolitik. Itu telah mengangkat dolar atau mata uang yang biasanya berkinerja baik dalam periode risk-off tetapi mata uang hanya menguat secara moderat.

Indeks dolar naik 0,2% menjadi 96,517 setelah meningkat 0,7% pekan lalu ketika mencapai posisi terbaiknya dalam sepuluh bulan. Tarif tinggi bea masuk yang dikenakan oleh Amerika Serikat dan China juga telah mengangkat dolar. Pasar berasumsi bahwa sementara ekonomi AS akan terpukul oleh perdagangan yang berkurang, itu akan lebih sedikit merugikan daripada mitra dagangnya.

Mata uang safe-haven yakni Yen Jepang mendapat keuntungan dari aksi jual secara global terkait aset berisiko karena investor melepas carry trade exposures. Terpantau Yen Jepang meningkat 0,6% minggu lalu dan pada hari Senin diperdagangkan datar di posisi 111,96 terhadap dolar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
45 menit yang lalu
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
1 jam yang lalu
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
2 jam yang lalu
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
2 jam yang lalu
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
3 jam yang lalu
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved