Amran: Musim Panen Padi di Indonesia Tak Pernah Berhenti

Jum'at, 02 November 2018 - 03:13 WIB
Amran: Musim Panen Padi...
Amran: Musim Panen Padi di Indonesia Tak Pernah Berhenti
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Bupati Parigi Moutong, Syamsurizal Tambolotutu melakukan panen raya padi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (1/11).

Panen raya padi ini secara simbolis dipusatkan di Desa Palapi, Kecamatan Kasimbar seluas 420 hektare (ha). Adapun luas sawah padi di Kabupaten Parigi Moutong mencapai 32.000 ha.

Amran menegaskan panen raya padi ini membuktikan musim panen padi di Indonesia tidak pernah berhenti. Pasalnya, Indonesia memiliki beberapa daerah agroklimat yang unit, salah satunya Kabupaten Parigi Moutong.

"Ada sesuatu yang unit di Parigi Moutong. Agroklimat tidak pernah kering. Jadi ada air terus. Kami baru pulang dari Taiwan, Vietnam, petaninya kaya. Coba lihat negara lain hanya diberikan cahaya 6 bulan, tapi hasil pertanianya bisa ekspor. Tapi di sini (Parigi Moutong) petaninya pun hebat. Habis panen langsung tanam, bisa penuhi beras ke kabupaten tetangga bahkan ke Papua," tegas Amran.

Amran menyebutkan untuk meningkatkan motivasi petani dan produksi di Sulteng khususnya Kabupaten Parigi Moutong, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan secara gratis kepada petani. Kementan terus mendorong kemajuan pertanian sesuai dengan keunggulan komparatif daerah yang ada saat ini.

"Bantuan yang kami berikan sangat komplit sesuai kebutuhan petani. Kami bantu benih padi, jagung, alat mesin pertanian seperti escavator, traktor roda empat, combine harvester. Kami pun memberikan bantuan benih perkebunan seperti kelapa, kakao, cengkeh, kopi dan pala. Semua bantuan ini gratis untuk petani," sebutnya.

Pada panen raya padi ini, besarnya bantuan yang diberikan Kementan yakni benih padi 1 ton, jagung 300 kg, benih perkebunan untuk Provinsi Sulteng 1.738.750 juta batang, benih perkebunan 500 ribu batang untuk Parigi Moutong. Kementan pun memberikan bantuan berupa traktor roda 4 sebanyak 4 unit, escavator besar 1 unit dan alat pengering padi (dryer) 1 unit.

"Potensi pertanian di Parigi Moutong ini luar biasa. Kabupaten ini bisa menjadi lumbung pangan Sulteng. Selain padi, kita juga kembangkan bawang putih seluas 100 ha," tandas Amran dalam keterangan yang diterima SINDOnews di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Sementara itu, Bupati Parigi Moutong, Syamsurizal Tambolotutu mengatakan walaupun Sulteng sedang mengalami bencana gempa dan tsunami, tetapi Kabupaten Parigi Moutong tetap melakukan panen raya padi. Namun demikian, panen padi di Parigi Moutong berlangsung terus menerus karena air tersedia sepanjang musim sehingga setelah panen langsung dilakukan tanam.

"Hari ini kita buktikan, Parigi Moutong produksi berasnya bisa dipenuhi sendiri bahkan surplus. Habis panen petani lanjut tanam. Jadi panen tiada henti di sini," katanya.

Berdasarkan data Dinas Provinsi Pertanian Sulteng, realisasi tanam padi Oktober-Maret 2018 di Kabupaten Parigi Moutong per tanggal 31 Oktober seluas 5.062 ha. Sementara realisasi tanam padi di Provinsi Sulteng seluas 12.987 ha.

Selain Parigi Moutong, Kabupaten di Sulteng yang saat ini sedang melalukan panen padi yakni Luwuk dan Touna serta baru-baru ini Kabupaten Sigi telah selesai panen dan langsung melakukan tanam.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekspor Pertanian di...
Ekspor Pertanian di Masa Pandemi Meningkat 16,9%
Di Masa Pandemi, Pertanian...
Di Masa Pandemi, Pertanian Menjadi Penyangga Perekonomian Nasional
Petani dan Penyuluh...
Petani dan Penyuluh Kostratani Jember Diajari Cara Mengendalikan Hama
Tujuan China dan Filipina,...
Tujuan China dan Filipina, Ekspor Produk Turunan Jagung-Gandum Dilepas Mentan
Genjot Ekspor Komoditas...
Genjot Ekspor Komoditas Tanaman Pangan, Kementan Perkuat Kemitraan Eksportir
Wow! Ekspor Tanaman...
Wow! Ekspor Tanaman Hias RI Senilai Rp2,3 Triliun Menyasar 6 Negara
Berita Terkini
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
7 menit yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
21 menit yang lalu
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved