Biar Lelang Ramai, Kontraktor Digratiskan Akses Data WK Migas

Jum'at, 02 November 2018 - 15:01 WIB
Biar Lelang Ramai, Kontraktor...
Biar Lelang Ramai, Kontraktor Digratiskan Akses Data WK Migas
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menghapus biaya akses data wilayah kerja (WK) migas bagi peserta yang mengikuti lelang WK migas. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat kontraktor untuk mengikuti lelang.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan, selama ini calon peserta lelang harus membayar USD5.000 untuk mendapatkan dokumen lelang (bid document). Kemudian, untuk melihat dan menganalisa data wilayah kerja yang ditawarkan, mereka harus membayar lagi sekitar USD30.000 hingga USD80.000.

"Menyikapi selama ini dalam lelang itu pesertanya kan terbatas. Di mekanisme yang ada, pada saat lelang WK itu para peserta bayar dokumen USD5.000 untuk menyatakan dia ikut lelang. Setelah itu, untuk menganalisa mereka diminta untuk melihat data itu dikenakan tarif sesuai dengan data yang akan diakses, seismik study per km-nya berapa. Maksimal USD80.000," katanya saat berbincang dengan media di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Oleh sebab itu, dalam proses lelang selanjutnya pemerintah memutuskan untuk membebaskaan biaya akses dan analis data wilayah kerja migas yang sebesar USD30.000 hingga USD80.000 tersebut. Peserta baru membayar biaya itu jika mereka memenangi lelang WK migas tersebut.

"Kebijakan yang kita keluarkan untuk WK yang selanjutnya setiap peserta yang sudah ikut lelang, jadi ngambil bid document, untuk mengevaluasi kita berikan akses datanya dengan tarif nol. Kalau yang USD5.000 tetap. Nanti yang menang, baru diminta bayar sesuai mekanisme yang ada sekarang," paparnya.

Menurutnya, selama ini peserta lelang WK migas yang mengakses data sangatlah terbatas. Mereka menganggap biaya akses data tersebut cukup memberatkan, mengingat mereka belum tentu akan menang dalam kegiatan lelang tersebut.

"Silakan selama masa lelang kita berikan akses. Kalau dia pemenang, baru bayar. Dan kenyataannya, yang ngambil data enggak banyak. Selama delapan tahun, kita lakukan ada 215 lelang. Data yang diakses hanya 223 peserta. Artinya, kalau di rata-rata setiap kita lakukan lelang WK hanya 1,03 peserta," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian ESDM Bakal...
Kementerian ESDM Bakal Lelang 3 WK Migas Terminasi Akhir Tahun Ini
Jaga Investasi Hulu...
Jaga Investasi Hulu Migas, Kementerian ESDM Segera Lelang 10 WK Migas di Kuartal III
Pemerintah Lelang 8...
Pemerintah Lelang 8 WK Migas Tahap II 2021, Ini Daftarnya
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Hulu Minyak dan Gas, Pemerintah Lelang 12 WK Migas
Hasil Lelang Wilayah...
Hasil Lelang Wilayah Kerja Jadi Sinyal Positif Investasi Migas RI
Investor Sambut Baik...
Investor Sambut Baik Perbaikan Term and Condition dalam Lelang WK Migas
Berita Terkini
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
12 menit yang lalu
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
44 menit yang lalu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
1 jam yang lalu
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
11 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
12 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
15 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved