Rupiah Mixed di Akhir Sesi Saat Dolar Berbalik Merosot

Senin, 05 November 2018 - 16:55 WIB
Rupiah Mixed di Akhir...
Rupiah Mixed di Akhir Sesi Saat Dolar Berbalik Merosot
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore, Senin (5/11/2018) ditutup mixed atau variatif untuk masih berada di kisaran level Rp14.975/USD. Pergerakan naik turun mata uang Indonesia terjadi saat dolar AS merosot usai mencetak kenaikan tiga pekan beruntun sebelumnya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore turun tipis ke level Rp14.975/USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp14.950/USD. Meski masih berada dalam tren perbaikan, Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.950 hingga Rp14.987/USD .

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah akhir sesi sedikit membaik di posisi Rp15.010/USD untuk terus memperlihatkan sinyal perlawanan dibandingkan sebelumnya. Posisi ini lebih baik dibandingkan akhir pekan kemarin Rp15.087/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau dengan berada pada level Rp14.972/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah bangkit dari posisi perdagangan sebelumnya Rp15.089/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat kembali lesu, pada perdagangan spot exchange lebih rendah ke level Rp14.976/USD dibandingkan Jumat, kemarin Rp14.955/USD. Rupiah di perdagangan awal pekan bergerak di kisaran Rp14.967-Rp14.987/USD.

Di sisi lain, Dolar merosot pada hari Senin setelah tiga pekan berturut-turut mencetak kenaikan karena para investor mengambil keuntungan sebelum pemilihan paruh waktu AS pekan in. Hal ini dapat memicu serangan baru volatilitas untuk pasar global.

Terlepas dari aksi jual dolar di paruh kedua pekan lalu, dana lindung nilai ditambahkan ke kepemilikan dolar mereka mengambil posisi net long ke level terbesar sejak Desember 2016 karena data terbaru telah mendorong lebih banyak taruhan bullish.

Indeks dolar di awal pekan terpantau mengalami penurunan mencapai sebesar 0,1% ke level 96,39. Angka ini mencapai level tertinggi, Juni 2017 dari 97,20 minggu lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
46 menit yang lalu
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
1 jam yang lalu
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
1 jam yang lalu
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved