Antisipasi Revolusi Industri, Sektor Ketenagakerjaan Butuh Perubahan

Rabu, 07 November 2018 - 14:23 WIB
Antisipasi Revolusi...
Antisipasi Revolusi Industri, Sektor Ketenagakerjaan Butuh Perubahan
A A A
JAKARTA - Transformasi dunia dari revolusi ketiga menuju revolusi keempat, perlahan tapi pasti telah mendorong sebuah terobosan teknologi. Hal tersebut menggeser batas antara tugas kerja yang dilakukan oleh manusia dan yang dilakukan oleh mekanisasi mesin.

Hal ini mempengaruhi bentuk hubungan ketenagakerjaan, pasar kerja global dan kebijakan yang mengaturnya. Transformasi besar akan kebijakan dan praktek ketenagakerjaan tidak dapat dihindarkan untuk mengantisipasi revolusi industri.

"Kita harus menaikkan rating human development index di bawah 36 untuk mengejar ketertinggalan. Terkait dengan ini, efisiensi pasar tenaga kerja masih dinilai sangat rendah, ratingnya 108 dari 137 negara," ujar Staf Ahli Menteri Perindustrian (Menperin) Bidang Peningkatan dan Penggunaan Produk Dalam Negeri Imam Haryono di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Transformasi ini dinilai bila dilakukan dengan perencanaan yang tepat, bakal meningkatkan produktivitas kerja. Lalu akhirnya tingkat kualitas hidup menjadi lebih baik. Tetapi, jika salah mengelola dan mengambil kebijakan bisa jadi menimbulkan resiko akan adanya kesenjangan keterampilan yang semakin melebar.

Khususnya mengenai skill dan kemampuan khusus untuk tetap bertahan di era digital. "Saat ini kita masuk revolusi industri 4.0 sejak 2011. Peningkatan upah lebih cepat dari produktivitas, ini pekerjaan rumah kita," paparnya.

Sementara itu, semua stakeholder juga harus menyadari bahwa kesenjangan keterampilan semakin melebar, ketimpangan lebih besar serta polarisasi lebih luas. Sehingga, menjadi musibah bagi peningkatan kesejahteraan sosial.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berbagai Terobosan Berbasis...
Berbagai Terobosan Berbasis Sumber Daya Demi Masa Depan Tak Terbatas
Tingkatkan Skill Pekerja,...
Tingkatkan Skill Pekerja, BPSDMI Kemenperin Gelar Pelatihan Serentak di 7 Kota
Dorong Pertumbuhan Industri,...
Dorong Pertumbuhan Industri, Balai Diklat Industri Jakarta Gelar Diklat 3in1
Implementasi Industri...
Implementasi Industri 4.0 Jadi Strategi Tepat Dorong Pemulihan
Teknologi Digital Datangkan...
Teknologi Digital Datangkan Cuan, Sektor Industri Jangan Gaptek
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
27 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
30 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved