BI Optimistis Ekonomi Jabar Tumbuh di Akhir Tahun, Ini Penopangnya

Rabu, 07 November 2018 - 18:19 WIB
BI Optimistis Ekonomi...
BI Optimistis Ekonomi Jabar Tumbuh di Akhir Tahun, Ini Penopangnya
A A A
BANDUNG - Kendati ekonomi Jawa Barat (Jabar) sejak kuartal I hingga III tercatat terus melambat, namun Bank Indonesia (BI) optimistis periode Oktober hingga Desember 2018 bakal membaik. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Doni P Joewono mengatakan, triwulan IV ekonomi Jabar diperkirakan akan lebih baik.

BI optimistis tembus di angka 5,6 sampai 5,7% (yoy). Bahkan angkanya akan lebih baik dari 2017. “Survei indeks tendensi konsumen BPS menunjukkan ada optimisme masyarakat di akhir tahun. Ini juga sejalan data survei kami, dimana akhir tahun konsumsi masyarakat akan membaik,” kata dia di Kantor BI Jabar, Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu (7/11/2018).

Namun demikian, Doni menyebut, faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Jabar bukan dari konsumsi masyarakat. Dorongan ekonomi lebih banyak konsumsi pemerintah dan investasi. Sementara konsumsi rumah tangga bukan sumber utama pertumbuhan di triwulan IV.

“Saya tidak mengatakan konsumsi rumah tangga jelek, karena hasil survei tingkat konsumsi diprediksi tetap bagus. Bukan turun, tetapi masyarakat menahan. Tapi kami optimistis akhir tahun mungkin masyarakat akan banyak bbekanja karena UMK akan naik di 2019,” jelas dia.

Doni memprediksi, pertumbuhan ekonomi Jabar juga tetap ditopang investasi dan industri pengolahan (TPT, otomotif, alas kaki). Sementara sektor konstruksi seperti pembangunan jalan tol dan proyek lainnya.

Namun demikian, BI saat ini sedang berusaha keras agar inflasi di Jabar bisa ditekan. Saat ini inflasi Jabar tertinggi di pulau Jawa mencapai 3,48%. Sementara terendah di Yogyakarta 2,74%. Pihaknya berharap inflasi Jabar 2018 tidak lebih dari 3,6%.

“Sementara ini tinggal dua bulan lagi, makanya harus jadi konsen kita. Sebenarnya inflasi tertinggi terjadi di Bekasi dan Depok. Makanya kami konsen ke dua daerah itu, dnegan menjalin kerjasama agar suplai barang lancar. Jangan sampai suplai tersendat. Dua bulan ini kami kerja keras, agar bisa ditekan,” imbuh dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Jawa Barat Melambat,...
Ekonomi Jawa Barat Melambat, PPKM Jadi Penyebabnya
Ekonomi Jabar Anjlok,...
Ekonomi Jabar Anjlok, Ridwan Kamil Minta Belanja Rutin Dimaksimalkan
Jawa Barat Diharapkan...
Jawa Barat Diharapkan Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Nasional
Pulihkan Ekonomi Warga...
Pulihkan Ekonomi Warga Jawa Barat melalui JaFest 2021
Ekonomi Jawa Barat Melambat,...
Ekonomi Jawa Barat Melambat, Ini Kata Kepala BI
Pemerintah Cabut Izin...
Pemerintah Cabut Izin Operasional 58 Perusahaan di Jawa Barat
Berita Terkini
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
58 menit yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
1 jam yang lalu
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
1 jam yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
2 jam yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
2 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved