USD Berharap The Fed, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.539

Kamis, 08 November 2018 - 16:51 WIB
USD Berharap The Fed,...
USD Berharap The Fed, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.539
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melanjutkan tren kenaikan pada penutupan perdagangan Kamis (8/11/2018). Mata uang NKRI di indeks Bloomberg, ditutup perkasa 51 poin atau 0,35% ke level Rp14.539 per USD, dibanding penutupan kemarin di Rp14.590 per USD.

Awal perdagangan, rupiah memang sempat melesu 70 poin atau 0,48% ke level Rp14.660 per USD, seiring laju IHSG. Namun rupiah akhirnya berhasil melakukan reli. Kamis ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.473-Rp14.669 per USD.

Penguatan rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance pada Kamis petang ini. Mata uang Garuda berkibar 35 poin atau 0,24% menjadi Rp14.540 per USD, melawan penutupan Rabu lalu di Rp14.575. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.530-Rp14.760 per USD.

Dari dalam negeri, penguatan rupiah karena pemerintah dan Bank Indonesia terus berkoordinasi untuk selalu hadir untuk menjaga finansial ekonomi, dimana arus masuk dana ke pasar uang dalam negeri terus meningkat.

Sementara dari luar negeri, pasca Pemilu Sela di Amerika Serikat yang membelah Parlemen, dimana Partai Demokrat menguasai DPR dan Partai Republik tetap mempertahankan suara di Senat, membuat dolar AS kini berharap kepada pertemuan The Fed.

Melansir dari Reuters, Kamis (8/11), dolar AS diperdagangkan pada kisaran sempit setelah hasil Pemilu Sela. Kini, pasar fokus pada keputusan kebijakan Federal Reserve. Federal Open Market Committee (FOMC) diharapkan mempertahankan kebijakan hawkish untuk mendongkrak dolar.

"Dolar saat ini mengharapkan The Fed mempertahankan sikap hawkishnya untuk menaikkan suku bunga. Ekonomi AS membutuhkan kenaikan suku bunga saat upah terus melaju agar inflasi tetap sesuai target," kata Sim Moh Siong, ahli strategi mata uang di Bank of Singapore.

Hari ini, indeks USD terhadap enam mata uang utama diperdagangkan naik 0,23% menjadi 96,22. Dolar menguat 0,14% melawan yen menjadi 113,66. Euro diperdagangkan pada USD1,1429 dan poundsterling Inggris diperdagangkan menjadi USD1,3124, setelah mengambil untung 3,36% selama sepekan terakhir. Karena investor merasa bahwa perjanjian Brexit sudah mendekati final.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dolar AS Masih Tangguh,...
Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Bergerak Terbatas
Rupiah Hari Ini Diprediksi...
Rupiah Hari Ini Diprediksi Menguat ke Rp14.500-an
Dipicu Sejumlah Sentimen...
Dipicu Sejumlah Sentimen Positif, Rupiah Diramal Perkasa
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat di Angka Rp14.324, Simak Ramalan Besok
Akhir Tahun, Rupiah...
Akhir Tahun, Rupiah Hari Ini Menguat Tipis di Level Rp14.270
Berita Terkini
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
32 menit yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
53 menit yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
2 jam yang lalu
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
3 jam yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved