Perbaikan Kualitas SDM Jadi Prioritas Terbesar di APBN

Selasa, 13 November 2018 - 14:10 WIB
Perbaikan Kualitas SDM...
Perbaikan Kualitas SDM Jadi Prioritas Terbesar di APBN
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia menjadi prioritas terbesar dalam alokasi di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pemerintah menilai pembangunan SDM di Indonesia sangat penting untuk mendukung pembangunan.

Menurutnya, aset paling penting dari sebuah negara adalah manusia. Kualitas manusia pun harus menjadi pusat perhatian pemerintahan di suatu negara.

"Dalam konteks ini bagaimana kita mengelola APBN, sesuai dengan prioritas yang disampaikan Jokowi, maka SDM merupakan the highest priority dalam alokasi anggaran kita," katanya di Hotel Le Méridien, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Wanita yang akrab disapa Ani ini menyebutkan, sejak reformasi, pemerintah memiliki komitmen 20% anggaran negara untuk pendidikan. Untuk tahun ini saja, pemerintah menghabiskan anggaran Rp440 triliun untuk pendidikan.

"Sebagian dialokasikan untuk yang sifatnya dana abadi pendidikan yang dipakai untuk membayar beasiswa mahasiswa kita, untuk bisa sekolah di universitas terbaik dunia. Sudah lebih dari 18 ribu yang kita kirim, lebih dari 7.000 yang sudah selesai dan 9.000 yang on going," tuturnya.

Masih menurut Ani, pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan anggaran karena Indonesia perlu memperbaiki kualitas SDM-nya. Sebab, kualitas SDM kita masih kalah dibanding negara-negara lain.

"Kita ada di 0,53%. Itu ranking 87 dari 157 negara. Indonesia sebagai middle income country kalau dibanding middle income yang relatif low, kita bagus, tapi yang relatifly agak baik, kita yang paling rendah. Memang kita tidak buruk sekali tapi kita jelas tidak ada dalam liga yang di depan," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Pede RI...
Sri Mulyani Pede RI Bisa Cetak 500 Ribu Eksportir Handal di 2030
Sri Mulyani: Indikator...
Sri Mulyani: Indikator Kesehatan RI Belum Baik, Butuh Pendekatan Ambisius
SDM RI Harus Siap Hadapi...
SDM RI Harus Siap Hadapi Era Digital, Sri Mulyani: Biar Enggak Didikte Asing
Menaikkan Nilai Jual...
Menaikkan Nilai Jual SDM RI Saat Memasuki Ekosistem Ekonomi Digital
Ujikom, Langkah untuk...
Ujikom, Langkah untuk Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Lima Hal Penting Management...
Lima Hal Penting Management Skills yang Harus Dimiliki
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved