Sri Mulyani: Indikator Kesehatan RI Belum Baik, Butuh Pendekatan Ambisius
Senin, 08 Mei 2023 - 13:18 WIB
loading...
Menkeu, Sri Mulyani menyampaikan bahwa untuk bisa mengembangkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang merupakan salah satu dari keseluruhan ekosistem kesehatan di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa untuk bisa mengembangkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang merupakan salah satu dari keseluruhan ekosistem kesehatan di Indonesia, dibutuhkan banyak sekali pendekatan dan program-program yang baru dan ambisius.
"Kami sangat senang karena bagaimanapun, diakui bahwa di Indonesia, indikator mengenai kesehatan masih belum baik. Jadi, buat Indonesia, ini adalah sebuah keharusan, sebuah prioritas nasional," ujar Sri Mulyani dalam Launching Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis Dalam dan Luar Negeri secara virtual di Jakarta, Senin (8/5/2023).
Baca Juga: Kisah Suka dan Duka Nakes Pejuang Covid-19 di RSDC Wisma Atlet
Dia juga merasa senang karena di dalam elemen mengenai SDM-nya, mulai dipikirkan untuk bisa menangani berbagai tantangan kesehatan, dimana ada empat tantangan yang menimbulkan kematian paling banyak.
"Namun banyak juga subspesialis atau spesialis yang lain. Jadi nanti mungkin dibuat distribusi kebutuhan berdasarkan prioritas, kalau tadi disebutkan jantung dan anak, dua dari champion-nya program fellowship batch pertama ini, tentu itu tidak berarti hanya dua itu yang akan diprioritaskan atau diperhatikan atau diberikan dukungan," ungkap Sri.
"Kami sangat senang karena bagaimanapun, diakui bahwa di Indonesia, indikator mengenai kesehatan masih belum baik. Jadi, buat Indonesia, ini adalah sebuah keharusan, sebuah prioritas nasional," ujar Sri Mulyani dalam Launching Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis Dalam dan Luar Negeri secara virtual di Jakarta, Senin (8/5/2023).
Baca Juga: Kisah Suka dan Duka Nakes Pejuang Covid-19 di RSDC Wisma Atlet
Dia juga merasa senang karena di dalam elemen mengenai SDM-nya, mulai dipikirkan untuk bisa menangani berbagai tantangan kesehatan, dimana ada empat tantangan yang menimbulkan kematian paling banyak.
"Namun banyak juga subspesialis atau spesialis yang lain. Jadi nanti mungkin dibuat distribusi kebutuhan berdasarkan prioritas, kalau tadi disebutkan jantung dan anak, dua dari champion-nya program fellowship batch pertama ini, tentu itu tidak berarti hanya dua itu yang akan diprioritaskan atau diperhatikan atau diberikan dukungan," ungkap Sri.
Lihat Juga :