Wall Street Menguat Imbas Sinyal Kesepakatan AS-China

Sabtu, 17 November 2018 - 08:37 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Imbas Sinyal Kesepakatan AS-China
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) menutup perdagangan Jumat waktu setempat dengan lebih tinggi. Perdagangan meningkat seiring harapan meredanya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing. Melansir dari Bloomberg, Sabtu (17/11), Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bersedia mencapai kesepakatan dengan China pada pertemuan G20 di akhir bulan.

Selain itu, Wall Street meningkat karena naiknya imbal hasil obligasi. Hanya saja, kenaikan di akhir pekan ini tidak mampu menutup kerugian sepekan terakhir, imbas jatuhnya saham Apple yang berdampak saham teknologi lainnya merana.

Mengutip dari CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup bertambah 0,49% atau 123,95 poin menjadi 25.413,22. Indeks S&P 500 naik 0,22% ke level 2.736,27, namun Nasdaq mundur 0,15% menjadi 7.247,87.

Kenaikan Wall Street pada akhir pekan ditopang oleh saham utilitas, yaitu California PG&E Corp dan Edison International menguat seiring peranan perusahaan dalam mengatasi kebakaran hutan di California. Saham perusahaan energi juga menguat karena harga minyak melanjutkan kenaikan.

"Pasar hari ini menguat seiring kabar terbaru tentang perdagangan Trump. Ini memang masalah yang belum diselesaikan dan sesuatu yang akan terus dinanti oleh pasar selama beberapa minggu," kata Curtis Holden, pejabat investasi senior di Tanglewood Total Wealth Management.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
2 jam yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
3 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
4 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
13 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved