Hadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Wejangan dari Menaker

Senin, 19 November 2018 - 16:54 WIB
Hadapi Revolusi Industri...
Hadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Wejangan dari Menaker
A A A
JAKARTA - Revolusi industri keempat atau Industri 4.0. sudah di depan mata. Namun, masih banyak yang khawatir akan kedatangan era digital di sektor industri tersebut.

Menanggapi hal itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, dirinya lebih memilih untuk optimistis menghadapi datangnya era industri 4.0. Menurutnya, jika dimanfaatkan dengan baik, era baru industri tersebut bisa berdampak sangat baik.

"Saya akan mengajak melihat masa depan dari sudut pandang yang lebih positif, optimis," ujarnya dalam sebuah seminar di Jakarta, Senin (19/11/2018).

Namun, lanjut Hanif, optimisme tersebut memang harus disertai dengan kerja keras. Selain itu, perlu disiapkan pula inovasi dan langkah terobosan dari semua pihak.

"Tentu untuk bisa memastikan masa depan baik tidak bisa bekerja leha-leha dan kerja biasa saja. Tapi harus ada langkah terobosan," ucapnya.

Khusus untuk tenaga kerja, Hanif menyebut diperlukan penambahan jumlah pekerja yang terampil. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menggenjot produktivitas pekerja Indonesia.

Menurut Hanif, para tenaga kerja Indonesia perlu meningkatkan produktivitas agar mampu berdaya saing. Sebab jika dibiarkan, maka akan tergerus oleh teknologi atau bahkan oleh robot .

"Tantangan kita kedepan ini selain harus menambah jumlah pekerja terampil pendidikan dan pelatihan vokasi juga perlu terus digenjot agar produktivitas dari tenaga kerja menjadi lebih baik," jelasnya.

Selain dari tenaga kerja itu sendiri, kata Hanif, partisipasi dunia usaha dalam investasi sumber daya manusia juga penting. Sebab, pelaku industri sendirilah yang mengetahui bagaimana kondisi para pekerjanya.

"Kita peduli pada pembangunan sumber daya manusia masa sekarang hingga ke depan sehingga keterlibatan banyak pihak termasuk pihak swasta baik dalam maupun dari luar negeri untuk investasi sumber daya manusia di Indonesia itu juga kita beri ruang," tegas Hanif.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Era Industri 4.0, Antara...
Era Industri 4.0, Antara Ancaman 30% Pekerjaan Digantikan Robot dan Peluang
RUU Cipta Kerja Dinilai...
RUU Cipta Kerja Dinilai Sesuai Kebutuhan Pasar Kerja di Era Industri 4.0
Dianggap Gusur Manusia,...
Dianggap Gusur Manusia, Kemenperin: Pemahaman Industri 4.0 Banyak yang Keliru
Kerentanan Tenaga Kerja...
Kerentanan Tenaga Kerja Menghadapi Otomasi
Aelyn Halim Nilai UU...
Aelyn Halim Nilai UU Cipta Kerja Dorong Investasi dan Percepat Industri 4.0
7 Program Jaminan Sosial...
7 Program Jaminan Sosial Milik Pekerja di Indonesia
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
10 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved