Wall Street Menyusut di Tengah Aksi Jual dan Kejatuhan Saham Energi

Rabu, 21 November 2018 - 08:31 WIB
Wall Street Menyusut...
Wall Street Menyusut di Tengah Aksi Jual dan Kejatuhan Saham Energi
A A A
NEW - Wall Street atau bursa saham Amerika Serikat masih menyusut untuk hari kedua beruntun, pada perdagangan Selasa waktu setempat. Sentimen negatif datang dari kejatuhan saham energi dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah, ditambah tenggelamnya sektor ritel setelah mencatatkan penghasilan yang melemah di luar prediksi serta mencuatnya kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global.

Nasdaq ditutup pada tingkat terendah dalam lebih dari tujuh bulan, sementara indeks S & P 500 Dow berakhir pada posisi terburuk sejak akhir Oktober, lalu. Hal ini setelah saham Apple (AAPL. O), serta saham internet dan teknologi lainnya juga mengalami kejatuhan seiring memudarnya kepercayaan hingga memberi tekanan kepada pasar.

Pada sesi perdagangan, Selasa waktu setempat saham Apple terpantau turun lagi mencapai sebeaar 4,8% ke tingkat terendah sejak awal Mei sebagai imbas dari perlambatan permintaan untuk produk iPhone. "Pasar akan menyesuaikan hingga awal 2019 terlihat berbeda dari 2018 bahwa ada masalah kepercayaan teradap pertumbuhan global. Pertumbuhan AS tidak melemah secara dramatis tetapi melambat," kata Krosby Quincy, Strategi Pasar Saham Utama dari Prudential Keuangan di Newark, New Jersey.

Tekanan pada perdagangan kedua pekan ini membuat Indeks S & P 500 dan Dow di teritori negatif sepanjang tahun. Sementara Dow sekarang turun sekitar 1% dan S & P 500 lebih rendah 1,1% sejak 31 Desember. Indeks S & P energi jatuh 3,3% dan menyebabkan kerugian beberapa sektor. Sementara harga minyak AS berakhir turun mencapai 6,6% di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya pasokan global. Indeks ritel S & P 500 kehilangan 2,7% dalam sesi kedelapan beruntun.

Dow Jones Industrial Average terpantau jatuh 551,8 poin atau 2,21% ke level 24.465,64 ketika indeks S & P 500 kehilangan 48,84 poin yang setara dengan 1,82% menjadi 2.641,89. Sedangkan komposit Nasdaq turun 119,65 poin atau 1,7% di posisi 6.908,82.

"Ini adalah kombinasi dari semua kekhawatiran yang datang dari berbagai arah secara bersamaan untuk memaksa investor keluar dari pasar secara keseluruhan," kata Robert Pavlik, Kepala Strategi Investasi dan manajer portofolio senior di SlateStone kekayaan LLC di New York.

Namun dia mengatakan volume tinggi biasanya berarti baginya "awal tanda penyerahan", dan bahwa sells off mungkin mendekati akhir. Sekitar 9.0 miliar saham diperdagangkan pada bursa saham AS dibandingkan rata-rata 8,6 miliar selama 20 sesi perdagangan.

Di antara pritel lain, saham Lowe's Cos Inc (rendah. N) jatuh 5,7% meluncurkan rencana restrukturisasi dalam menghadapi angka penjualan yang lebih buruk dari yang diharapkan. TJX Cos Inc (TJX. N) tergelincir 4,4% usai pendapatan kuartal sebagian besar di bawah perkiraan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
40 menit yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
1 jam yang lalu
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
2 jam yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
2 jam yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
4 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
6 jam yang lalu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved