alexametrics

Proyek Meikarta Masih Berjalan, Konsumen Pede Akan Tuntas

loading...
Proyek Meikarta Masih Berjalan, Konsumen Pede Akan Tuntas
Proyek Meikarta Masih Berjalan, Konsumen Pede Akan Tuntas
A+ A-
JAKARTA - Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK terhadap Bupati Kabupaten Bekasi dan juga petinggi Meikarta tidak menyurutkan antusiasme warga untuk tetap membeli unit apartemen pada megaproyek tersebut. Yoga warga Semarang, Jawa Tengah contohnya, dia tidak peduli dengan adanya kabar tentang OTT yang dikakukan KPK terkait masalah perijinan Meikarta.

Walaupun sebenarnya dirinya memang sedikit gelisah, tapi dia yakin kalau hal tersebut bukan masalah besar. "Ada sedikit rasa khawatir, tapi saya yakin sekelas Grup Lippo pasti hal ini bukan masalah besar," katanya di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Dia menuturkan, apartemen dengan standar lumayan mewah dengan harga terjangkau sajauh ini yang dia tahu hanya Meikarta. "Soalnya apartemen dengan harga segitu cukup terjangkau. Melihat desain dan progres yang ditawarkan," ujarnya.

Sejauh ini, dia mengaku hanya memantau perkembangan kasusnya. Namun, dia yakin kalau dirinya tidak akan membatalkan pembelian apartemen tersebut. Sambung dia menuturkan, awal mulanya dia tertarik membeli unit apartemen di Meikarta karena melihat pengusaha yang membeli unit apartemen dari Lippo Group selalu sukses.

"Saya lihat dari sisi bisnis ya, walaupun berisiko karena banyak kendala. Tapi kalau ini jadi berpotensi meraih keuntungan. Kami tahu kawasan Cikarang ini terus berkembang dunia propertinya," jelasnya.

Sejak Oktober 2017, Ia sudah mengeluarkan dana sekitar Rp40 juta untuk menyelesaikan pembayaran uang muka. "Pembayaran awal Rp16 juta. Sisanya dicicil sejak Oktober 2017 dan sudah lunas Juli lalu. Saya juga sudah diundang untuk melakukan akad," tukasnya.

Senada dengan Yoga, Santi, warga Jakarta juga baru saja melakukan pendaftaran untuk membeli unit di Meikarta. Dirinya membeli unit tipe studio dan baru saja membayar uang muka sebesar Rp16 Juta. Wanita yang bekerja sebagai PNS di Pemprov DKI ini mengaku tidak khawatir dengan adanya kasus yang melibatkan petinggi Meikarta. "Kalau saya lihat mereka tetap bekerja, ini menandakan kalau kasus itu tidak mempengaruhi pembangunan," ujar Santi.

Dirinya mengaku unit yang dibelinya tidak untuk dia tempati nantinya namun akan dia sewakan. Karena lokasinya yang berada di kawasan industri dia yakin kalau investasi di kawasan tersebut cukup bagus. "Saya cuma buat investasi, kalau saya lihat lokasinya memang strategis," tegasnya.

Dari pantauan di lapangan, masih banyak terlihat calon pembeli yang melihat unit dengan menggunakan golf car. Terlihat setiap lewat golf car dipenuhi calon pembeli aprtemen di Meikarta. Begitu juga pengerjaan beberapa tower juga masih berlangsung. Truk-truk pengangkut material bangunan masih terus mondar-mandir di wilayah tersebut.

Kuasa hukum PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) yang merupakan anak usaha PT Lippo Cikarang Tbk yakni Denny Indrayana mengatakan, proses hukum yang saat ini berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah hal yang terpisah dan berbeda dengan proses pembangunan yang masih berjalan di Meikarta.

"Dengan demikian, kami dapat meneruskan pembangunan yang telah dan masih berjalan, sesuai dengan komitmen kami kepada pembeli, serta upaya dan kontribusi kami untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Denny.

Menurut Denny, PT MSU akan bertanggung jawab dan memenuhi kewajiban-kewajiban perusahaan lainnya yang berkaitan dengan pembangunan di Meikarta. Selain itu, PT MSU juga akan tetap menghormati dan terus bekerja sama dengan KPK, untuk menuntaskan proses hukum yang sekarang masih berlangsung.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top