Ekspor Melejit, Neraca Perdagangan Durian Surplus 733 Ton

Senin, 26 November 2018 - 09:56 WIB
Ekspor Melejit, Neraca...
Ekspor Melejit, Neraca Perdagangan Durian Surplus 733 Ton
A A A
JAKARTA - Kebijakan pembangunan pertanian di era Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam mendongkrak produksi berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi menuai hasil membanggakan.

Peningkatan produksi tersebut mampu berkontribusi pada devisa dan pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya adalah durian, di mana neraca perdagangan komoditas ini yang pada tahun 2017 defisit, kini pada Januari-September 2018 telah mencatat surplus 733 ton.

"Mengacu data BPS, tahun 2017 neraca perdagangan durian defisit. Ekspornya hanya 240 ton sementara impor lebih besar mencapai 764 ton sehingga defisit 524 ton. Tapi ekspor durian Januari-September 2018 melonjak 1.084 ton, impor hanya 351 ton. Artinya surplus 733 ton. Ini capaian yang membanggakan," ungkap Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Dirjen termuda lingkup Kementan ini menyebutkan, peningkatkan ekspor di tahun 2018 ini berkat kerja keras tidak hanya mendorong produksi dan daya saing, tetapi juga wujud nyata meningkatkan volume ekspor dan mendorong investasi. Di antaranya mengubah sistem dan regulasi yang mempermudah dan mempercepat pengurusan izin investasi dan ekspor.

"Untuk mempermudah izin ekspor, Kementan telah menerapkan sistem OSS (Online Single Submission). Regulasi direvisi, di antaranya Permentan 29 tahun 2018. Semula mengurus izin ekspor tanaman hias dan benih hortikultura butuh waktu 8 hari sekarang menjadi 3 jam untuk dokumen yang sudah clear and clean," ujar Suwandi.

Kementan pun secara masif melakukan penanganan dari hulu, budidaya hingga hilir dikawal sehingga menghasilkan durian berkualitas dan bersaing. Alhasil, ekspor durian nasional kini telah menembus banyak negara.

"Ekspor durian telah merambah pasar Hong Kong, Thailand, Vietnam, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Belanda dan Australia," papar Suwandi.

Tercatat, jumlah pohon durian secara nasional di tahun 2017 sebanyak 8,2 juta pohon yang memproduksi durian sebanyak 795.000 ton. Dalam meningkatkan produksi durian, Kementan menggelontorkan bantuan benih dan membangun kawan durian.

Di tahun 2017, sambungnya, jumlah bantuan bibit mencapai 112.000 batang dan tahun 2018 sebanyak 211.000 batang, serta 2018 membangun kawasan durian seluas 5.000 hektare serta penanganan hulu-hilir hingga promosi dan kontes durian.

"Durian saat ini sedang musim panen di beberapa daerah sentra yang berlangsung pada November hingga April. Cita rasa durian lokal lebih enak dan harga terjangkau. Artinya, durian tidak hanya diminati dalam negeri, kami optimistis di tahun ini volume ekspor durian semakin naik," tuturnya.

Perlu diketahui, jenis durian lokal yang memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan durian negara-negara tetangga yakni durian Pelangi Papua, Srombut Kalimantan, Durian Merah Banyuwangi, Tembaga, Si Mas Sunan dan Petruk. Indonesia juga memiliki Durian Lay, Bawor, Romo Banyumas dan lainnya.

"Durian Bawor di Banyumas, rata rata 100 buah per pohon, berat 2-3 kg per buah. Harga di petani Rp45.000 per kg dan di eceran Rp65.000 per kg. Kemudian durian varietas Madu Racun di Desa Jorong Lurah Nan Tigo, Kecamatan Selayo, Solok, Sumatera Barat, bisa 800 buah per pohon, berat 5-8 kg per buah akan dipanen Januari 2019," ungkap Suwandi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Disukai hingga Penjuru...
Disukai hingga Penjuru Dunia, Durian RI Bisa Jadi Andalan Ekspor
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Salurkan 200 Bibit Durian,...
Salurkan 200 Bibit Durian, Indra Karya Dorong Program Pertanian dan Ekowisata di Desa Seda Kuningan
Apakah Durian Menyebabkan...
Apakah Durian Menyebabkan Darah Tinggi? Ini Penjelasan Ahli Kesehatan
Sambung Bibit Durian...
Sambung Bibit Durian Terbanyak di Indonesia, Fakultas Pertanian UWKS Raih Rekor MURI
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
12 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Korea Utara Pamerkan...
Korea Utara Pamerkan Kapal Perang Perusak Berbobot 5 Ribu Ton
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved