Kemendag Dorong Peningkatan Perdagangan Berjangka

Selasa, 27 November 2018 - 15:09 WIB
Kemendag Dorong Peningkatan...
Kemendag Dorong Peningkatan Perdagangan Berjangka
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menggelar seminar nasional perdagangan berjangka. Hal ini untuk meningkatkan industri perdagangan berjangka yang sudah berjalan 18 tahun

Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, bursa berjangka belum dapat dijadikan sarana lindung nilai oleh pelaku usaha dan bursa berjangka luar negeri. Akibatnya, produktivitas komoditas berjangka di Indonesia belum bisa dimaksimalkan.

"Indonesia yang merupakan negara penghasil utama beberapa komoditas dunia, seperti minyak kelapa sawit (CPO), kakao, karet, kopi, dan batu bara ternyata masih sedikit dihasilkan," ujar Wisnu di Jakarta,Selasa (27/11/2018).

Dia mengatakan, sistem perdagangan alternatif masih mendominasi dibandingkan perdagangan yang bersifat berjangka. Sedangkan transaksi kontrak berjangka multirateral likuiditasnya sangat minim dan kualitas pasarnya belum dalam.

"Likuiditas transaksi kontrak multilateral merupakan tolok ukur keberhasilan industri PBK karena secara teori mikro ekonomi mekanisme kontrak multilateral merupakan pertemuan antara supply dan demand yang sesungguhnya, melibatkan banyak pihak, tidak ada pihak yang saling mendikte," katanya.

Untuk itu, pihaknya berupaya untuk meningkatkan volume transaksi kontrak multilateral agar mencapai fungsi ideal bursa berjangka. Salah satunya dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai industri PBK.

"Karenanya, Bappepti mendukung Asosiasi Pedagang Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo) bekerja sama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan Indonesia Clearing House (ICH)," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada! 100 Domain...
Waspada! 100 Domain Situs Ilegal di Perdagangan Berjangka Komoditi Sudah Diblokir
Kisruh Investasi Perdagangan...
Kisruh Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi Dibawa ke Ranah Hukum
Tak Berizin, Bappebti...
Tak Berizin, Bappebti Blokir 109 Situs Pialang Berjangka
Menata Ekosistem Perdagangan...
Menata Ekosistem Perdagangan Berjangka Komoditi
Pemerintah Blokir 1.855...
Pemerintah Blokir 1.855 Situs Perdagangan Berjangka Komoditi Ilegal
Sinergi Antar Pemangku...
Sinergi Antar Pemangku Kepentingan Perdagangan Berjangka Komoditi
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
2 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
2 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved