Pertemuan G20 Diharapkan Bisa Cairkan Perang Dagang AS-China

Rabu, 28 November 2018 - 13:37 WIB
Pertemuan G20 Diharapkan...
Pertemuan G20 Diharapkan Bisa Cairkan Perang Dagang AS-China
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap, pertemuan G20 yang berlangsung di Argentina saat ini bisa mencairkan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Pasalnya, dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dua negara ini sulit untuk didamaikan.

Menurut Menko Darmin, jika antara Negeri Paman Sam -julukan AS- dan Negeri Tirai Bambu bisa menjalin komunikasi, maka akan bisa terjadi moderasi di dunia. Bahkan, jika memungkinkan ada solusi untuk perang dagang yang terjadi antara kedua negara tersebut.

"Hari-hari ini, G20 sedang berlangsung di Argentina. Kalau Presiden Trump bisa jalin komunikasi dulu bersama dengan Jinping, dunia berharap ada moderasi, syukur-syukur solusi dari perang dagang," katanya dalam acara Seminar Nasional Proyeksi Ekonomi 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Darmin menuturan, saat ini semua negara sedang merayu AS dan China agar bisa berkomunikasi. Dengan begitu, tensi perang dagang akan bisa mereda. "Maunya begitu, jadi apa nggak belum tahu. Ini semua sedang bujuk-bujuk, ayolah ketemu. Ngomonglah. Mudah-mudahan kalau terjadi, dia (perang dagang) agak mereda," tandasnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa untuk pertama kalinya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) tidak menghasilkan kesepakatan. Hal ini karena Amerika Serikat (AS) dan China masih terus bersitegang.

Pada KTT APEC di Port Foressby Papua Nugini, kata dia, Indonesia dalam konferensi tersebut mencoba untuk menjembatani keduanegara tersebut agar berdamai. Sayangnya, usaha tersebut sia-sia dan dua negara raksasa ini masih tetap dalam pendiriannya.

"Kami menyaksikan pimpinan negara dari dua ekonomi nomor satu dan dua di dunia bersitegang dan sulit, saya lihat sulit dipersatukan. Indonesia saat itu mencoba dari pagi sampai siang menjembatani. Sana sini ngelompok sendiri supaya bisa sambung tapi sampai 14.30 gagal," katanya dalam acara Kompas 100 CEO Forum di JCC, Jakarta, kemarin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Ramal Ekonomi...
Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Minus, Luhut: Lebih Baik di Antara Emerging Market
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Kolaborasi Penguatan...
Kolaborasi Penguatan Kearifan Lokal Demi Tingkatkan Nilai Ekonomi Kreatif
Kemenko Perekonomian...
Kemenko Perekonomian Gelar Rakor Bahas Imbas Konflik Timur Tengah
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Berita Terkini
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
31 menit yang lalu
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
48 menit yang lalu
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliar
50 menit yang lalu
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
1 jam yang lalu
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
2 jam yang lalu
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved