Tangani Sampah Plastik, Turis Asing Bakal Ditarik Pungutan USD10

Jum'at, 30 November 2018 - 14:22 WIB
Tangani Sampah Plastik,...
Tangani Sampah Plastik, Turis Asing Bakal Ditarik Pungutan USD10
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Kemaritiman berencana menarik pungutan kepada turis yang melancong ke Indonesia. Hal ini dalam rangka penanganan sampah plastik yang sudah menjadi masalah dunia.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, uang pungutan tersebut nantinya akan digunakan untuk pembersihan sampah plastik. Nantinya, pungutan akan dimasukkan dalam tarif sewa hotel tempat mereka menginap.

"Perkembangan sampah plastik yang jadi masalah dunia. Kita akan bikin segera untuk model penanganan sampah, kususnya di kota yang menjadi tourist destination. Mungkin akan kita bikin pungutan berapa dolar per turis kalau datang di sana. Uang itu akan kita gunakan untuk pembersihan. Sehingga dengan Perpres waste to energy dan ini maka akan ada perubahan besar ke depan dalam penanganan sampah," katanya di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Menurutnya, sampah plastik ini menjadi perhatian serius pemerintah. Apalagi, belum lama ini banyak ikan penyu yang mati di Pulau Pari, Kepulauan Seribu akibat limbah plastik di wilayah tersebut.

Dia memperkirakan, tarif yang akan dipungut untuk penanganan sampah plastik tersebut sekitar USD10 untuk turis asing dan USD1 untuk turis lokal. "Kepedulian akan sampah ini harus besar. Kita tidak bunuh tapi kita perlu keseimbangan. Kita akan buat inisiator untuk penanganan sampah ini," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Luhut Terus Kurangi...
Luhut Terus Kurangi Limbah Plastik untuk Pembangunan Berkelanjutan
Turis Asing di RI Cuma...
Turis Asing di RI Cuma Rogoh Rp1,7 Juta/Malam, Luhut: Kalah dari Malaysia
Selamat Datang di Bali!...
Selamat Datang di Bali! Wisman Diwacanakan Bebas Karantina per 1 April
Gandeng Australia, Luhut...
Gandeng Australia, Luhut Ingin Garap Industri Hijau
Turis Asing Belum Masuk,...
Turis Asing Belum Masuk, Luhut: Enggak Masalah, Kita Sakti Loh!
Sampah Plastik jadi...
Sampah Plastik jadi Masalah Serius, Luhut Dorong Pembangunan Pabrik Daur Ulang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved