Rupiah Menguat Disebut Akibat Utang, Luhut: Memang Kita Bego Apa?

Jum'at, 30 November 2018 - 15:42 WIB
Rupiah Menguat Disebut...
Rupiah Menguat Disebut Akibat Utang, Luhut: Memang Kita Bego Apa?
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membantah pernyataan Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri yang menyatakan bahwa keperkasaan rupiah akhir-akhir ini, disebabkan karena utang pemerintah yang terus membengkak. Utang tersebut merupakan bentuk investasi yang dilakukan pemerintah, yang kemudian menguatkan nilai tukar rupiah.

(Baca Juga: Faisal Basri Sebut Keperkasaan Rupiah Ditopang Utang )

Menurutnya, pemerintah tidak segampang itu menjadikan utang sebagai bantalan untuk keperkasaan rupiah. Apalagi, Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan kebijakannya untuk menaikkan suku bunga acuan agar rupiah kembali perkasa.

"Orang ribut kemarin rupiah, sekarang rupiah bagus katanya karena tambah utang. Emang kita bego apa. Ada yang profit taking yes, tinggal peraturan dibuat BI, makin bagus dan sebagainya," katanya di Gedung Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Dia menilai, saat ini koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan private sector sangatlah bagus. Pemerintah dan BI selalu mendengarkan keluhan dari private sector dan mengatasinya, sehingga kemudian nilai tukar mata uang Garuda -julukan rupiah- pun membaik.

"Sekarang ini yang paling bagus menurut saya adalah koordinasi BI, pemerintah dan private sector. Jadi ktia dengarkan private punya keluhan, sehingga membuat rupiah jadi lebih bagus, membuat impor terkendali, dan membuat ekspor lebih bagus. BI sekarang lebih berani berbuat, dengan independen ya. Dengan kepentingan nasional," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved