Dolar AS Berkibar Jelang Pertemuan Trump-Jinping

Sabtu, 01 Desember 2018 - 05:50 WIB
Dolar AS Berkibar Jelang...
Dolar AS Berkibar Jelang Pertemuan Trump-Jinping
A A A
LONDON - Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat, dimana pasar sedang mencermati rencana pertemuan pemimpin dua ekonomi terbesar di dunia: Presiden AS Donald Trump dan Presiden RRC Xi Jinping di KTT G20 Buenos Aires, Argentina.

Pembicaraan kedua Kepala Negara akan menentukan arah USD kedepan. Sepanjang tahun 2018 berjalan, USD telah menang 5% terhadap enam mata uang pesaing utamanya. Ketegangan perdagangan yang membuat ketidakpastian ekonomi global menguntungkan USD karena statusnya sebagai safe haven.

Melansir Reuters, Sabtu (1/12/2018), indeks USD melawan enam mata uang utama, naik 0,49% ke level 97,25. Hal ini membuat euro melemah menjadi USD1,1312 dan yen turun ke 113,61 per USD. Begitupula dolar Australia yang tergelincir 0,2% menjadi 0,7302. Poundsterling Inggris melemah 0,37% ke level USD1,2745.

Terkait pertemuan Trump dan Jinping, beberapa analis skeptis bahwa pertemuan itu akan memberi hasil positif. "Saya skeptis pertemuan itu akan menghasilkan hal positif. Karena ketegangan perdagangan telah mendukung dolar AS mendorong yuan China jatuh lebih dalam," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA di London.

Sementara itu, Credit Suisse mengatakan ketegangan perdagangan AS dengan China telah melemahkan yuan China ke level terendah hampir 10 tahun. Bahkan Credit Suisse memperkirakan konflik dagang bisa membuat yuan terperosok hingga 7,20 per USD pada tahun depan.

Sejak perang tarif yang dilakukan Trump, pertumbuhan sektor manufaktur China yang terkenal besar, jatuh untuk pertama kalinya sejak 2 tahun. Dan pada awal pekan ini, Trump berencana meningkatkan tarif impor barang China dari semula 10% menjadi 25% mulai Januari tahun depan. Para ekonom menilai, jika itu terjadi maka bakal mencukur sekitar 1% dari pertumbuhan ekonomi global di 2019.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
5 Mata Uang Paling Banyak...
5 Mata Uang Paling Banyak Digunakan di Dunia, Nomor 1 Transaksi Hariannya Tembus Rp43.500 Triliun
8 Efek Mata Uang Baru...
8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Mata Uang BRICS Bakal...
Mata Uang BRICS Bakal Gantikan Dolar Disebut Gagasan Konyol
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
29 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
53 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
59 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved