Redam Defisit Neraca Dagang, Jokowi Ingin Setop Ekspor Bahan Mentah

Senin, 03 Desember 2018 - 13:40 WIB
Redam Defisit Neraca...
Redam Defisit Neraca Dagang, Jokowi Ingin Setop Ekspor Bahan Mentah
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pengusaha untuk melakukan hilirisasi industri dan menghentikan ekspor bahan mentah. Pasalnya bahan mentah tersebut selanjutnya akan diolah di luar negeri, untuk kemudian kembali diimpor industri Indonesia.

Menurutnya hilirisasi industri dan penghentian ekspor bahan mentah perlu dilakukan untuk mengatasi defisit neraca perdagangan, akibat nilai impor yang masih lebih tinggi daripada nilai ekspor. "Saya mengajak CEO sektor riil segera industrialisasi kita lakukan hilirisasi. Stop ekspor bahan mentah," kata Jokowi saat CEO Networking 2018 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Lebih lanjut, terang dia Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah dan bisa mengekspornya ke luar negeri. Tapi Jokowi membeberkan satu contoh, yakni ekspor bauksit yang merupakan bahan baku aluminium. Ekspor bauksit mencapai jutaan ton per tahun, namun sayangnya industri dalam negeri justru mengimpor aluminium.

"Artinya, kuncinya adalah industrialisasi, hilirisasi. Kalau kita sejak dulu membangun industri aluminium, maka impor tidak perlu terjadi. Kita tahu semuanya ini sudah berpuluh tahun. Kita tahu masalahnya, kita tahu problemnya, tapi kita tidak pernah menyelesaikan masalahnya," imbuh Jokowi.

Terbaru rilis data neraca perdagangan Indonesia periode Oktober 2018. Dimana, pada periode tersebut neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit sekitar USD1,82 miliar.

Total nilai ekspor kita pada periode tersebut mencapai USD15,8 miliar atau naik 5,87% dibanding September 2018. Sedangkan total nilai impor pada periode tersebut yakni USD17,62 miliar atau naik 20,60% dibanding September 2018.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Rekor 43 Bulan...
Jaga Rekor 43 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI November 2023 Cetak Surplus USD4,62 Miliar
PPKM Darurat Tak Akan...
PPKM Darurat Tak Akan Menghentikan Laju Surplus Neraca Perdagangan
Hebat, Neraca Dagang...
Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September
Impor Tinggi, Neraca...
Impor Tinggi, Neraca Dagang Diramal Masih Bisa Surplus Tipis
Neraca Dagang November...
Neraca Dagang November 2020 Diproyeksi Cetak Surplus USD3,11 Miliar
Neraca Dagang RI Surplus,...
Neraca Dagang RI Surplus, Menang Lawan AS tapi Keok Vs Korsel
Berita Terkini
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
24 menit yang lalu
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
26 menit yang lalu
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
33 menit yang lalu
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
1 jam yang lalu
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
1 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Prof Soenardi...
Profil Prof Soenardi Prawirohatmodjo, Namanya Ada di Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved