Wall Street Jatuh Karena Imbal Hasil Obligasi Turun ke Titik Terendah

Rabu, 05 Desember 2018 - 09:26 WIB
Wall Street Jatuh Karena...
Wall Street Jatuh Karena Imbal Hasil Obligasi Turun ke Titik Terendah
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Steet jatuh pada perdagangan Selasa waktu setempat, merupakan penurunan terbesar sejak kekalahan di Oktober kemarin. Disebabkan jatuhnya imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun ke titik terendah. Selain itu, masih adanya kekhawatiran seputar perdagangan AS-China yang menambah kegelisahan di Wall Street.

Melansir dari CNBC, Rabu (5/12/2018), Dow Jones Industrial Average turun 799,36 poin atau 3,1% menjadi ditutup 25.027,07 dan membukukan hari terburuknya sejak 10 Oktober.

Indeks S&P 500 turun 3,2% menjadi 2.700,06, akibat turunnya saham-saham keuangan. Nasdaq terpelanting 3,8% ke level 7.158,43 dan Russell 2000 yang melacak saham-saham berkapitalisasi kecil juga turun 4,4% menjadi 1.480,75, merupakan hari terburuknya sejak 2011.

Fokus para investor tertuju pada imbal hasil obligasi AS, dimana imbal hasil bertenor 10 tahun turun ke titik terendahnya sejak pertengahan September. Spread antara imbal hasil bertenor 10 tahun terhadap tenor dua tahun juga menyusut ke yang terkecil dalam lebih dari satu dekade.

Hasil imbal obligasi AS bertenor 10 tahun jatuh 7 basis poin menjadi 2,915%. Begitu pula obligasi Treasury 30 tahun, yang diperdagangkan lebih rendah ke level 3,17%.

Saham mulai jatuh ke posisi terendah setelah Jeffrey Gundlach, CEO Doubleline Capital, mengatakan kepada Reuters bahwa pembalikan ini menandakan bahwa ekonomi "siap untuk melemah."
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
2 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
3 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
6 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
6 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
6 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
6 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved