China Yakin Capai Pakta Dagang AS

Kamis, 06 Desember 2018 - 09:37 WIB
China Yakin Capai Pakta...
China Yakin Capai Pakta Dagang AS
A A A
SHANGHAI - China yakin dapat mencapai kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS) meski ada peringatan dari Presiden AS Donald Trump bahwa dia akan menerapkan lebih banyak tarif jika kedua pihak tak dapat menyelesaikan perbedaan.

Pernyataan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) China setelah Trump dan Presiden China Xi Jinping mencapai penghentian sementara perang dagang saat makan malam di Argentina pada Sabtu (1/12).

Dalam pernyataan singkat di websitenya, Kemendag China menyatakan Beijing akan berupaya bekerja cepat menerapkan isu-isu terkait yang telah disepakati. “Kedua pihak secara aktif mempromosikan kerja negosiasi dalam 90 hari sesuai jadwal dan peta jalan yang jelas. Kami yakin dalam penerapannya,” papar pernyataan Kemendag China, dilansir Reuters. China menyatakan perundingan bilateral berjalan sangat sukses.

Trump melalui Twitter menyebut kemungkinan perpanjangan penghentian perang dagang tapi memperingatkan tarif akan kembali berlaku jika perundingan gagal membuahkan hasil. “Negosiasi dengan China telah dimulai. Kecuali diperpanjang, mereka akan mengakhiri 90 hari dari tanggal makam malam sangat hangat dan hebat kami dengan Presiden Xi di Argentina,” tweet Trump.

Dia menyatakan dapat menerapkan tarif besar pada barang-barang China yang diimpor ke AS jika pemerintahannya tidak dapat mencapai kesepakatan dagang efektif dengan Beijing. “Kita akan memiliki Kesepakatan Nyata dengan China atau tanpa kesepakatan sama sekali, pada titik kita akan menerapkan tarif besar pada produk China yang dikirim ke AS. Puncaknya, saya yakin, kita akan membuat kesepakatan, baik sekarang atau di masa depan,” ujar Trump beberapa menit setelah pernyataan Kemendag China muncul.

Kemendag China merujuk berbagai pertanyaan khusus pada lembaga itu. “Kami harap dua tim kerja dari kedua pihak dapat, berdasarkan konsensus yang dicapai dua pemimpin negara, memperkuat konsultasi, dan meraih kesepakatan saling menguntungkan segera,” papar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Geng Shuang.

Ancaman eskalasi lebih lanjut dalam perang dagang antara dua negara telah membayangi pasar keuangan dan ekonomi global sepanjang tahun ini. Para investor sangat menyambut penghentian tarif itu dengan rasa lega.

Meski demikian, suasana dengan cepat terasa skeptis bahwa kedua pihak akan mencapai kesepakatan dalam berbagai isu yang sangat penting dalam masa negosiasi pendek yang disepakati. Kegagalan perundingan itu akan menambah eskalasi perang dagang itu, dengan tarif baru AS dan langkah balasan China akan dilakukan pada awal Maret.

Gedung Putih menyatakan China berkomitmen mulai membeli lebih banyak produk AS dan mencabut penghalang tarif dan non-tarif segera, sambil memulai perundingan pada perubahan struktural dengan menghormati isu transfer teknologi dan perlindungan kekayaan intelektual.

Sejumlah sumber menjelaskan, trader minyak China, Unipec berencana kembali membeli minyak mentah AS pada Maret setelah kesepakatan Xi-Trump mengurangi fisiko tarif pada produk impor itu. Impor minyak mentah China dari AS telah terhenti akibat perang dagang itu.

Pasar keuangan global bergejolak kemarin saat muncul keraguan tentang apa yang benar-benar dapat disepakati dalam negosiasi dengan waktu singkat itu. Keraguan ini menambah kekhawatiran tentang melemahnya pertumbuhan ekonomi global. Indeks saham Shanghai turun 0,6% kemarin.

“Meski ada penurunan eskalasi permusuhan sementara setelah konferensi tingkat tinggi (KTT) G20, hubungan antara AS dan China akan tetap berselisih,” ungkap laporan Layanan Investor Moody’s.

Moody’s menambahkan, “Kesepakatan singkat dan konsesi kecil dalam konflik dagang yang sedang berlangsung tidak akan menjambatani perbedaan besar dalam kepentingan strategis, politik dan ekonomi mereka.”

Para pejabat dari AS dan sejumlah negara lain sering mengkritik China karena dianggap lambat dalam negosiasi dan tidak menerapkan berbagai komitmen yang telah dibuat.

China tak banyak berkomentar tentang kesepakatan Trump dan Xi saat para pejabat senior Beijing memberi keterangan pers setelah pertemuan itu. Masih ada sejumlah perbedaan antara AS dan China mengenai kesepakatan itu secara lebih rinci. (Syarifudin)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa Pemimpin Dunia...
Siapa Pemimpin Dunia saat Ini? Parade Militer China Tunjukkan Bos yang Sebenarnya
Trump Makin Agresif,...
Trump Makin Agresif, Pasukan AS Serbu Kapal Kargo yang Berlayar dari China ke Iran
Apa Motivasi Presiden...
Apa Motivasi Presiden China Serukan Militernya untuk Tingkatkan Kesiagaan Perang?
Taliban dan China Tolak...
Taliban dan China Tolak Serahkan Pangkalan Militer Bagram ke AS, Ini 3 Alasannya
6 Alasan Militer China...
6 Alasan Militer China Akan Kalah dalam Perang Modern
5 Persenjataan Militer...
5 Persenjataan Militer China yang Sukses Dimodernisasi
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
13 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
14 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
24 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved