Tertunduk ke Rp14.520, Rupiah Menjadi Mata Uang Terburuk di Asia

Kamis, 06 Desember 2018 - 17:24 WIB
Tertunduk ke Rp14.520,...
Tertunduk ke Rp14.520, Rupiah Menjadi Mata Uang Terburuk di Asia
A A A
JAKARTA - Kasus penangkapan CFO Huawei, Meng Wanzhou di Kanada, terkait pelanggaran sanksi AS mendorong kekhawatiran soal perang ekonomi antara Amerika Serikat dengan China. Investor pun membuang aset-aset berisiko dan meningkatkan permintaan terhadap mata uang safe haven.

Kondisi tersebut membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Kamis (6/12/2018) terjungkal di pasar spot. Indeks Bloomberg mencatat mata uang NKRI tertunduk 117 poin atau 0,82% ke level Rp14.520 per USD.

Pagi tadi, rupiah dibuka melemah 80 poin ke level Rp14.482 per USD, berbanding level Rp14.402 per USD pada Rabu sebelumnya. Kamis ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.482-Rp14.570 per USD.

Kejatuhan sebesar 0,82% membuat rupiah menjadi mata uang terburuk di Asia pada Kamis ini. Catatan Bloomberg, won Korea Selatan -0,61% ke level 1.120, rupee India -0,50% menjadi 70,81, yuan China -0,48% menjadi 6,890 dan dolar Singapura -0,29% ke level 1,3709. Adapun yen Jepang menguat 0,43% menjadi 112,70.

Senada, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada Kamis petang ini melemah 125 poin atau 0,87% menjadi Rp14.515 per USD, berbanding Rabu lalu di Rp14.390 per USD. Hari ini rupiah diperdagangkan di Rp14.290-Rp14.565 per USD.

Sementara itu, melansir dari Reuters, dengan meningkatkan kekhawatiran masih adanya perang dagang AS-RRC membuat permintaan USD sebagai safe haven menguat, begitu pula dengan yen Jepang. Indeks USD terhadap enam mata uang saingan utama naik 0,2% menjadi 97,202.

"Penangkapan tersebut bisa menganggu keberhasilan pembicaraan perdagangan. Ini membuat investor menghindari aset berisiko dan memilih aset mata uang safe haven," tulis Esther Maria Reichelt, ahli strategi valuta asing di Commerzbank Frankfurt.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Berita Terkini
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
1 jam yang lalu
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
1 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
2 jam yang lalu
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
2 jam yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
3 jam yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
3 jam yang lalu
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved