Tingkatkan Perekonomian, Pariwisata dan Properti Harus Jadi Prioritas

Jum'at, 07 Desember 2018 - 07:57 WIB
Tingkatkan Perekonomian,...
Tingkatkan Perekonomian, Pariwisata dan Properti Harus Jadi Prioritas
A A A
NUSA DUA - Real Estate Indonesia (REI) menjadi tuan rumah World Congress International FIABCI (The International Real Estate Federation) 2018 di Nusa Dua, Bali, 4-9 Desember 2018. Acara ini dihadiri perwakilan dari 70 negara anggota FIABCI. Acara tersebut didahului dengan Rakernas REI.

Pertemuan internasional ini mendapat tanggapan positif dari Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT), yang menjadi salah satu pembicara dari Indonesia. “Ajang tahunan ini menjadi starting point yang positif bagi Indonesia dalam meningkatkan kepercayaan para investor terutama di sektor properti dan pariwisata,” kata HT dalam presentasinya, Kamis (6/12/2018).

HT mengatakan, properti dan pariwisata bisa maju bersama-sama mengingat kedua sektor tersebut sangat penting bagi perekonomian dalam negeri. Ia juga memastikan MNC Group membuka diri kepada para investor asing dan siap berkolaborasi dengan perusahaan yang tengah membangun proyek di Lido dan Bali.

Lebih lanjut HT menjelaskan, pariwisata menjadi penting bagi pondasi ekonomi karena mendatangkan devisa yang tidak sedikit. Wisatawan yang berkunjung ke Indonesia juga selalu bertambah setiap tahun. Tercatat pada 2017 turis yang datang ke Indonesia mencapai 16 juta orang, sebanyak 40% pergi ke Bali dan 30% Jakarta.

“Turis yang ke Bali bisa mencapai 6-7 juta orang, namun kita masih kalah dengan Thailand yang sanggup mendatangkan 16-17 juta orang ke Phuket setiap tahunnya. Gap-nya cukup banyak sehingga ini perlu perhatian dan strategi matang untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia,” ujarnya.

HT menuturkan, pariwisata dan properti harus didukung dan jadi sektor andalan Indonesia di masa kini dan datang. “Saya sangat sarankan dua sektor ini menjadi. Kemarin saya bertemu Presiden Jokowi dan Beliau sepakat bahwa sektor properti dan pariwisata akan diperhatikan dan ditingkatkan perkembangannya,” jelasnya.

Apalagi properti dan pariwisata sejatinya merupakan sektor penting bagi perekonomian nasional. Keduanya dapat menjadi pondasi ekonomi karena memanfaatkan banyak lapisan masyarakat dan menghasilkan lapangan pekerjaan baru.

“Tenaga kerjanya luar biasa dan tentu saja komitmen pemerintah untuk mendukung hal tersebut agar tercipta sumber penghasilan baru. Karena banyak pekerjaan yang akan diciptakan. Mulai dari tukang pasir, furniture hingga batu bata untuk properti, usaha kuliner hingga hotel di sekitar area wisata,” imbuhnya.

Untuk mendukung program pemerintah, MNC Group tengah fokus mengembangkan berbagai proyek properti dan pariwisata. Misalnya membangun resort seluas 100 hektare yang mencakup hotel, vila, club, dan lapangan golf di area sekitar Tanah Lot, Bali. Di Lido, Kabupaten Bogor juga sama dikembangkan sebagai integrated resort yang mencakup semua hal.

Basic-nya adalah entertainment, terutama di Lido dan Bali. Intinya satu kawasan yang dibangun untuk memajukan perekonomian, mendatangkan devisa dan dapat dibanggakan oleh masyarakat kepada dunia,” tandasnya.

Fokus Pada Tiga Hal
Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, acara FIABCI di Bali kali ini memiliki tiga buah tema. Pertama, affordable housing and tourism development. Dalam hal ini FIABCI peduli terhadap dua pertiga penduduk dunia yang masih miskin dan berpenghasilan rendah, makanya REI menyodorkan topik affordable housing atau rumah sederhana bersubsidi.

“Tema kedua, yaitu tourism development. Nantinya para peserta akan membahas tentang potensi pariwisata daerah di Indonesia,” kata Soelaeman.

Diharapkan pengembang yang berminat bisa merealisasikan rencananya melalui ajang tersebut. "Jadi, pada acara ini kami tonjolkan potensi daerah. Kami juga mengundang pengembang yang minat di pariwisata," tuturnya.

Ketiga, investor meeting atau dikenal dengan business to business meeting. “Ada sekitar 35 perusahaan real estate yang hadir dalam pertemuan dan menawarkan proyek investasi bernilai hampir Rp35 triliun,” ujarnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Membangun Standar Baru...
Membangun Standar Baru Industri Properti lewat Indonesia Real Estate Awards 2026
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Bangkitkan Industri...
Bangkitkan Industri Properti lewat Pameran Virtual
Sektor Properti Tetap...
Sektor Properti Tetap Jadi Primadona, Begini Strategi Industri di 2023
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
11 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
35 menit yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
37 menit yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
46 menit yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
47 menit yang lalu
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved