Produk Perikanan Indonesia Senilai USD143 Juta Tembus Pasar Korsel

Jum'at, 07 Desember 2018 - 14:40 WIB
Produk Perikanan Indonesia...
Produk Perikanan Indonesia Senilai USD143 Juta Tembus Pasar Korsel
A A A
JAKARTA - Produk perikanan Indonesia senilai USD143 juta berhasil menembus pasar Korea Selatan. Capaian ini diperoleh melalui kontrak pembelian antara Daelim Corporation dari Korea Selatan dengan PT Global Fisheries Exchange (GFE) yang merupakan eksportir Indonesia.

"Penandatangan kontrak pembelian ini memberikan kontribusi besar terhadap kinerja ekspor Indonesia. Kontrak pembelian akan dilakukan dalam tenggat waktu lima tahun. Hal ini membuktikan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pasokan produk perikanan di Korea Selatan," ujar Kepala Indonesian Trade Promotion Center Busan, Kusuma Dewi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Dewi juga menyampaikan, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi turut gembira dan menyambut baik hasil tersebut.

Pada kesempatan berbeda, Umar Hadi menyampaikan, komposisi ekspor Indonesia ke Korea Selatan sebanyak 45% masih berbasis migas dan batubara, sehingga diperlukan diversifikasi jenis komoditas ekspor agar mampu mencapai nilai perdagangan USD30 milar pada 2022.

"Salah satu produk yang potensial adalah perikanan, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas lautan lebih besar daripada daratannya," jelas Umar.

Dewi berharap kerja sama yang ada dapat semakin ditingkatkan dan produk perikanan Indonesia semakin dapat diterima oleh masyarakat Korea Selatan. "Peluang ekspor produk perikanan Indonesia masih sangat besar. Hal ini karena kegemaran penduduk Korea Selatan akan makanan laut, terutama di Busan yang terkenal dengan Odeng dan Ommuk," imbuh Dewi

GFE merupakan perusahaan yang berbasis di Minahasa Selatan dengan area tangkap di daerah Sulawesi Utara dan Maluku. GFE baru memulai usahanya tiga tahun lalu dan menitikberatkan pada kerja sama dan pemberdayaan nelayan kecil melalui pemberian pelatihan mulai dari metode tangkap sampai dengan penanganan pasca tangkap.

GFE terus berupaya mereplikasi pelatihan nelayan kecil ini ke seluruh Indonesia sehingga mampu mendapatkan hasil yang maksimal dari biomassa ikan laut yang kini semakin besar yang merupakan dampak dari kebijakan penangkapan ikan secara legal dan berkelanjutan yang digalakkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sementara itu, Daelim Corporation adalah perusahaan yang menduduki peringkat ke-17 terbesar di Korea Selatan, yang bergerak di bidang konstruksi. Daelim Corp juga baru saja melakukan diversifikasi usaha di bidang perikanan dan telah berinvestasi sebesar USD200 juta di Rusia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Edhy: Pantai...
Menteri Edhy: Pantai Selatan Jawa Berpotensi Jadi Sentra Budidaya Udang
Awas, Jepang akan Buang...
Awas, Jepang akan Buang Air Terkontaminasi Radiasi Nuklir ke Laut
Perjanjian Bisnis USD1...
Perjanjian Bisnis USD1 Juta Diteken, RI Bakal Impor Tiram Hidup dari Korea
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Perkuat Pengawasan Zona 3 Penangkapan Ikan Terukur
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Januari 2025, Tercatat...
Januari 2025, Tercatat 146,5 Juta Orang Indonesia Memakai Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved