Sri Mulyani Bakal Review Impor Penyebab Defisit Perdagangan

Senin, 17 Desember 2018 - 13:59 WIB
Sri Mulyani Bakal Review...
Sri Mulyani Bakal Review Impor Penyebab Defisit Perdagangan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, bakal mereview impor yang masih membuat neraca perdagangan mengalami defisit. Hingga November 2018 tercatat impor nonmigas mencapai USD14,04 miliar atau meningkat 8,79% dibandingkan November 2017, namun turun 4,80% dari Oktober 2018.

"Kami juga memahami dinamika global sedang sangat tinggi atau tidak pasti, di sisi lain impor juga akan tetap kita review. Kemarin 1.147, sebetulnya dari sisi volume harian sudah mulai menurun dari 1.147 komoditas yang kena kode HS (Harmonized System/pemisahan pos tarif) itu," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Senin (17/12/2018).
(Baca Juga: Impor Naik 11,68% Hingga November, Barang Konsumsi Penyebab Terbesar )
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan nilai impor Indonesia November 2018 mencapai USD16,88 miliar atau turun 4,47% dibanding Oktober 2018, namun jika dibandingkan November 2017 naik 11,68%. Hal ini menjadi salah satu penyebab, kenapa neraca dagang Indonesia masih defisit hingga November.

Sambung Sri Mulyani, Ia menegaskan bakal memfokuskan pada impor nonmigas yang memicu neraca perdagangan mengalami defisit. "Namun sektor lain di migas dan non migas kita mesti memperhatikan kemampuan industri dalam negeri untuk bisa mensubtitusi itu," paparnya,

Sebagai informasi, impor nonmigas November 2018 mencapai USD14,04 miliar atau turun 4,80% dibanding Oktober 2018, sebaliknya jika dibanding November 2017 meningkat 8,79%. Penurunan impor nonmigas terbesar November 2018 dibanding Oktober 2018 adalah golongan mesin/peralatan listrik sebesar USD201,1 juta (10,04%) sedangkan peningkatan terbesar yakni golongan minuman sebesar USD75,3 juta (470,63%).

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–November 2018 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai USD40,85 miliar (28,07%), Jepang USD16,61 miliar (11,41%), dan Thailand USD10,09 miliar (6,94 %). Impor nonmigas dari ASEAN 20,08%, sementara dari Uni Eropa 8,93%.

Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–November 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 23,72%, 21,44%, dan 24,80%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Akui Surplus...
Pemerintah Akui Surplus Neraca Dagang Tak Berarti Ekonomi Stabil
Impor Tinggi, Neraca...
Impor Tinggi, Neraca Dagang Diramal Masih Bisa Surplus Tipis
Neraca Perdagangan Surplus,...
Neraca Perdagangan Surplus, Pemerintah Respon Positif
Jaga Rekor 43 Bulan...
Jaga Rekor 43 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI November 2023 Cetak Surplus USD4,62 Miliar
PPKM Darurat Tak Akan...
PPKM Darurat Tak Akan Menghentikan Laju Surplus Neraca Perdagangan
Hebat, Neraca Dagang...
Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
23 menit yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
27 menit yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
39 menit yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
1 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
1 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved