Program Alat Mesin Pertanian, Ini Pengakuan Petani Muda Sulsel

Senin, 17 Desember 2018 - 20:11 WIB
Program Alat Mesin Pertanian,...
Program Alat Mesin Pertanian, Ini Pengakuan Petani Muda Sulsel
A A A
JAKARTA - Program alat mesin pertanian (alsintan) kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka mewujudkan pembangunan pertanian modern dan mensejahterakan petani hingga menjadi solusi kelangkaan tenaga kerja atau menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian tercapai. Salah satu bukti nyatanya dialami petani muda, Abdul Muin di Desa Moncobalang, Kecamatan Barombong, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Abdul Muin yang akrab disapa Daeng Tiro ini berusia 35 tahun. Ia mengaku sejak dua tahun terakhir mulai terjun dengan serius ke dunia pertanian. Sebelumnya hanya berprofesi sebagai tenaga lepas harian di Kota Makassar.

"Karena program modernisasi pertanian dari pemerintah, saya sudah 2 tahun bertani menggunakan traktor roda 4 dan transplanter atau alat tanam padi modern. Sebelumnya hanya dengan cara membajak menggunakan traktor roda 2 dan tanam manual," demikian diungkapkan Daeng Tiro saat menanam padi miliknya, Senin (17/12/2018).

Dia menyebutkan manfaat atau keuntungan penggunaan alsintan benar-benar sangat dirasakan. Misalnya, jika dulu tanam padi secara manual, 1 hektare itu dikerjakan 12 orang yang membutuhkan waktu 1 hari full, yakni dikerjakan dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore baru selesai. "Tapi dengan menggunakan transplanter, cukup 3 jam saja dengan bahan bakar minyak 4 liter. Ini pun hanya dikerjakan 1 orang," sebutnya.

Dengan kecepatan kerja ini, lanjut Daeng Tiro, turut menghemat biaya operasional. Sebab biaya tanam padi secara manual Rp 75 ribu per orang, sehingga jika tenaga kerjanya 12 orang, biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 900 ribu per ha. Namun dengan menggunakan transplanter hanya membutuhkan biaya yang sangat sedikit.

"Kami hanya mengeluarkan biaya beli bahan bakar minyak 4 liter, biayanya Rp 10 ribu per liter jadi totalnya Rp 40 ribu. Artinya perbedaan biayanya yang dikeluarkan sangat jauh. Kami bisa menabung lebih banyak, kalau dulu hasil padi hanya pas-pasan untuk biaya kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Terpisah, Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Kementan Andi Nur Alam Syah mengatakan, program Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berhasil mensejahterakan petani dan tingkatkan produksi. Sesuai dengan kenyataan di lapangan, bantuan alsintan mampu menekan biaya operasional 35 persen hingga 48 persen dalam produksi petani.

"Dulu tanpa kemajuan mekanisasi ini, petani bisa membajak sawahnya 1 hektar berhari-hari, tapi ini cukup 2 hingga 3 jam saja. Artinya pembangunan pertanian yang dijalankan telah menunjukkan hasil yang membanggakan," kata Andi Nur Alam pada Rapat Pemantapan Program Kerja Pengendalian Banjir Wilayah Disekitar Danau Tempe dan Danau Sidenreng di Kantor Dinas Pertanian Sulawesi Selatan, Senin (17/12).

Terkait program modernisasi lahan sawah danau tempe, Andi Nur Alam menuturkan model pengembangan yang digunakan Kementan yakni melalui pendekatan korporasi yang terintegrasi dengan semua komplemen dari hulu sampai hilir. Pelaksanaanya secara sinergi bertahap dan partisipatif.

"Mulai dari membangun infrastruktur tata air dan jalan usaha tani, pengembangan komoditas strategis melalui alsintan modern, peningkatan kapasitas petani dan kelembangaan serta manajemen pembiayaan petani," tuturnya.

Perlu diketahui, di tahun 2018, Kementan mengalokasikan anggaran Rp 2,81 triliun untuk membeli 70.839 unit alsintan yang fokus pada subsektor padi, jagung dan kedelai. Per November 2018, anggaran dan target sudah terealisasi sebesar 98%, sehingga sekitar 69.196 unit alsintan sudah diberikan kepada 69.196 kelompok tani dengan luas lahan sekitar 500 hektare.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved