Ekonomi Halal Indonesia Siap Mendorong PDB Menjadi USD3,8 Miliar

Sabtu, 22 Desember 2018 - 15:27 WIB
Ekonomi Halal Indonesia...
Ekonomi Halal Indonesia Siap Mendorong PDB Menjadi USD3,8 Miliar
A A A
JAKARTA - Potensi ekonomi halal Indonesia dapat mendorong Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun menjadi USD3,8 miliar. Ekonomi halal juga berpotensi menarik USD1 miliar untuk investasi asing secara langsung dan ini berarti dapat membuka 127.000 lapangan kerja yang baru per tahunnya.

Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta Nirwandar, mengatakan pihaknya menggandeng konsultan DinarStandard, perusahaan dunia yang terkemuka dalam bidang penasehat nilai etika Islam, siap mendorong konsep Indonesia Halal Economy and Strategy Roadmap.

Strategi tersebut merupakan laporan (Peta Jalan Ekonomi Halal dan Strategi Indonesia) yang menjadi panduan untuk mendorong kegiatan ekspor Indonesia, FDI (Foreign Direct Investment) dan pembukaan lapangan kerja.

"Laporan ini memperkuat posisi dasar Indonesia sebagai mesin ekonomi halal dunia. Kami akan melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder ekonomi halal sehingga dampaknya lebih signifikan," ujar Sapta di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Dalam laporan perdana ini, Indonesia memiliki potensi pasar domestik ekonomi halal terbesar di dunia yang dimotori populasi muslim terbesar berjumlah 219 juta jiwa pada 2017. Kekuatan lainnya adalah belanja domestik pada produk dan jasa ekonomi halal mencapai USD218,8 miliar pada tahun 2017.

Angka ini diproyeksikan akan terus bertumbuh dengan 5,3% CAGR (Compounded Average Growth Ratio/Rasio Pertumbuhan Rata-Rata Gabungan) mencapai USD330,5 miliar pada 2025. Sebagai tambahan, laporan ini juga menyoroti Indonesia sebagai pengekspor produk ekonomi halal terbesar diantara negara-negara yang memiliki mayoritas penduduk muslim dengan nilai USD7,6 miliar pada 2017.

"Posisi kita masih lemah dalam kemampuan ekspor produk halal dan negara sedang membutuhkan ekspor yang besar saat ini untuk neraca perdagangan yang lebih positif," ujarnya.

Laporan tersebut menyebutkan, peluang yang terbuka untuk meraih pertumbuhan secara signifikan. Mengingat saat ini Indonesia hanya mewakili 3,3% ekonomi halal dunia dari sisi kegiatan ekspor yang mencapai USD249 miliar pada 2017.

Kerangka kerja pengembangan ekonomi halal nasional dimanfaatkan untuk mengidentifikasi secara fokus peluang peluang untuk mendorong pertumbuhan ekspor dan substitusi impor dengan tujuan memperkuat faktor-faktor penentu dalam dukungan pemerintah, daya saing operasional dan pembiayaan Islam dan keterlibatan investasi-investasi.

Sapta menambahkan, pihaknya merasa bangga dapat memberikan panduan yang dapat dilaksanakan oleh industri-industri Indonesia untuk mendorong pertumbuhan mereka melalui ekonomi halal yang saat ini bertumbuh pesat. Pihaknya sudah menghubungkannya dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Setidaknya lima dari 22 sektor inti yang disoroti dalam rencana Indonesia jangka panjang adalah ekonomi halal yang berkaitan dengan sektor-sektor yang memberikankontribusi 0,5%-1% pertumbuhan PDB.

"Setelah Pemilihan Presiden yang akan segera berlangsung, terlepas siapapun pemenangnya, laporan ini akan memberikan wawasan sebagai salah satu pemegang peranan kunci dalam penyusunan rencana-rencana pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

CEO DinarStandard, Rafiuddin Shikoh, berkata saat ini negara-negara yang secara aktif menggerakkan pertumbuhan ekonomi halal seperti Malaysia, Uni Emirat Arab, Thailand melakukannya dengan baik. Meskipun PDB-nya lebih kecil dan memiliki populasi muslim yang jauh lebih rendah dibanding Indonesia.

Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar tetapi belum dapat menangani proposisi ekonomi halal dengan jelas. "Sekarang waktunya bagi Indonesia untuk memperbaiki ketidakseimbangan ini dan mengambil posisi kepemimpinannya dalam peluang bisnis global yang tumbuh dengan cepat dan belum digarap secara baik," jelas Rafiuddin dalam kesempatan sama.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Terkaya di...
10 Negara Terkaya di Dunia Berdasar PDB, Ada Tetangga Indonesia
10 Negara Terkaya di...
10 Negara Terkaya di Dunia Berdasarkan PDB per Kapita pada Tahun 2024
Urutan 5 Anggota Baru...
Urutan 5 Anggota Baru BRICS dengan Ekonomi Terkuat Berdasarkan PDB Per Kapita
India Diprediksi Jadi...
India Diprediksi Jadi Ekonomi Terbesar Ketiga Dunia pada 2028, Geser Jerman dan Jepang
10 Negara Terkaya di...
10 Negara Terkaya di Dunia Berdasar PDB, Dua di Antaranya Tetangga Indonesia
PDB Dunia Bakal Tembus...
PDB Dunia Bakal Tembus USD104 Triliun: China Tempel AS, Indonesia Urutan Berapa?
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
47 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved