Genjot Perdagangan, China Sesuaikan Tarif Ekspor-Impor untuk 2019

Senin, 24 Desember 2018 - 12:26 WIB
Genjot Perdagangan,...
Genjot Perdagangan, China Sesuaikan Tarif Ekspor-Impor untuk 2019
A A A
BEIJING - China hari ini mengumumkan penyesuaian beberapa tarif impor dan ekspor untuk tahun 2019, menghapus bea masuk pada produk alternatif untuk makanan ternak serta tarif untuk pupuk dan ekspor bijih besi. Langkah-langkah itu dilakukan untuk meningkatkan perdagangan luar negeri seiring melambatnya perekonomian.

Seperti dikutip Reuters dari Kementerian Keuangan China dalam sebuah pernyataan resmi di situsnya, Senin (24/12/2018), bahwa tarif impor untuk sejumlah makanan alternatif, termasuk rapeseed, kapas, bunga matahari dan kelapa sawit, akan dihapus mulai 1 Januari 2019. Begitu pula tarif untuk sejumlah barang farmasi.

Kementerian juga menyebutkan bahwa China akan memungut tarif sementara untuk lebih dari 700 item tahun depan dan mempertahankan tarif impor yang relatif rendah untuk mesin pesawat.

Tak hanya itu, tarif pajak sementara untuk kerak mangan dan sel baterai lithium-ion untuk kendaraan juga akan dihapus dan tarif pajak untuk negara yang paling disukai juga akan dikenakan pada produk-produk tersebut.

Untuk ekspor, pemerintah China juga menyebutkan tidak akan memungut tarif ekspor untuk 94 produk tahun depan termasuk pupuk, bijih besi, kerak, tar batu bara dan bubur kayu. China juga akan memotong tarif untuk negara paling disukai pada 298 produk teknologi informasi dari Juli 2019.

Pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 6,5% pada kuartal III/2018, laju terlemah sejak krisis keuangan global dan diperkirakan akan melambat lebih lanjut tahun depan di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Item utama dalam pergulatan perdagangan adalah ekspor kedelai AS. China memberlakukan tarif 25% untuk kedelai pada Juli sebagai tanggapan atas tarif AS untuk barang-barang China yang menyebabkan penurunan impor yang tajam.

Kedelai adalah bahan utama untuk pakan ternak bagi industri peternakan China yang luas. AS adalah pemasok kedelai terbesar kedua ke China dengan komponen perdagangan antara negara-negara tersebut senilai USD12 miliar pada tahun 2017.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Data Suram Ekonomi China:...
Data Suram Ekonomi China: Ekspor Anjlok 14,5% dan Impor Merosot Tembus 12 Persen
Ekspor Impor Lesu, Ekonomi...
Ekspor Impor Lesu, Ekonomi China Terancam Gagal Tumbuh 5%
China Percantik Data...
China Percantik Data Ekspor, Kredibilitas Dipertanyakan
Lampaui Target, Ekonomi...
Lampaui Target, Ekonomi China Berhasil Tumbuh 5,2% di 2023
Ekspor Impor China Oktober...
Ekspor Impor China Oktober Anjlok, Terburuk sejak 2020
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
7 jam yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
7 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
8 jam yang lalu
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
8 jam yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
8 jam yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
9 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved