Rupiah Sesi Siang Awal 2019 Jaga Tren Positif, IHSG Tergelincir

Rabu, 02 Januari 2019 - 12:37 WIB
Rupiah Sesi Siang Awal...
Rupiah Sesi Siang Awal 2019 Jaga Tren Positif, IHSG Tergelincir
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sesi siang awal tahun 2019 masih berjuang menjaga tren positif, dengan kecenderungan sedikit tertekan. Laju mata uang Garuda mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tergelincir ke zona merah.

Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp14.475/USD atau masih lebih baik dari posisi penutupan akhir 2018 pada level Rp14.563/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.375 hingga Rp14.488/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp14.490/USD atau membaik dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp14.568/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.439-Rp14.490/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini berada di level Rp14.487/USD. Posisi rupiah menguat dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp14.587/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp14.465/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah balik melawan dolar AS dari posisi sebelumnya Rp14.481/USD.

Di sisi lain IHSG hingga perdagangan siang tahun baru 2019 berbalik melemah, usai tergelincir dengan kehilangan 16,47 poin atau 0,27% ke posisi 6.178,03. Berbanding terbalik, pada sesi pembukaan pagi tadi bursa saham Tanah Air menguat 7,23 poin atau setara 0,12% menjadi 6.197,87 dibandingkan penutupan 2018 di level 6.194,50.

Sektor saham dalam negeri mayoritas pelemah dengan sektor pertambangan anjlok sangat dalam hingga 1,19% diikuti kejatuhan perkebunan mencapai 0.73%. Sedangkan kenaikan dicetak sektor consumer 0,19% untuk menjadi satu-satunya melaju pada zona hijau.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,03 triliun dengan 7,58 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing Rp37,86 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,13 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,17 triliun. Tercatat 179 saham naik, 220 turun dan 144 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) serta PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS). Saham-saham dengan pelemahan yakni PT Pool Advista Indonesia Tbk. (POOL), PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) dan PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Terkoreksi, Asing...
IHSG Terkoreksi, Asing Justru Antusias Beli Saham
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat Terhadap Dolar AS
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
Rupiah Melemah Tipis...
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.130 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
56 menit yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
2 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
3 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved