Awal 2019, Dolar AS dan Yen Jepang Menguat

Kamis, 03 Januari 2019 - 06:01 WIB
Awal 2019, Dolar AS...
Awal 2019, Dolar AS dan Yen Jepang Menguat
A A A
NEW YORK - Dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap euro dan poundsterling Inggris pada perdagangan pasar uang di awal 2019. Dolar AS dan yen Jepang perkasa karena statusnya sebagai mata uang safe haven, dimana investor mengkhawatirkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan gejolak di pasar saham.

Melansir dari Reuters, Kamis (3/1/2019), indeks USD yang mengukur kinerja greenback naik 0,63% ke level 96,78. Hal ini membuat euro turun 1,11%, imbas dari lemahnya data manufaktur Spanyol, Prancis, Italia, dan Jerman. "Data kawasan euro yang lembek membuat dolar AS menguat," kata Eric Viloria, ahli strategi valuta asing di Credit Agricole di New York.

Idem, poundsterling Inggris juga melemah 1,1% terhadap USD, karena masih adanya kekhawatiran soal negosiasi Brexit. Risiko-risiko di kawasan euro dan Inggris membuat investor mengoleksi dolar AS dan yen Jepang.

Tekanan geopolitik, termasuk masih adanya kekhawatiran konflik dagang Amerika Serikat dengan Republik Rakyat China dan tekanan finansial, menguntung yen. Karena Jepang merupakan negara kreditor terbesar di dunia. Hal ini membuat yen Jepang naik 0,30% terhadap dolar AS.

Seperti diulas di atas, investor mengkhawatirkan perlambatan pertumbuhan global seiring aktivitas pabrik di China yang kontraksi untuk pertama kalinya dalam 19 bulan. Pada Desember yang baru lewat, pesanan domestik dan ekspor China terus melemah.

"Data dari China ini membuat kekhawatiran umum soal pertumbuhan ekonomi global. Nada khawatir ini telah membantu yen Jepang meraih kinerja baik di awal 2019. Yen Jepang juga mendapat untung dari isu government shutdown di AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS," pungkas Viloria.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
5 Mata Uang Paling Banyak...
5 Mata Uang Paling Banyak Digunakan di Dunia, Nomor 1 Transaksi Hariannya Tembus Rp43.500 Triliun
8 Efek Mata Uang Baru...
8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Mata Uang BRICS Bakal...
Mata Uang BRICS Bakal Gantikan Dolar Disebut Gagasan Konyol
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Berita Terkini
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
44 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
2 jam yang lalu
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
3 jam yang lalu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
4 jam yang lalu
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
14 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved