USD Jatuh Karena Spekulasi The Fed Menghentikan Kenaikan Suku Bunga

Selasa, 08 Januari 2019 - 06:31 WIB
USD Jatuh Karena Spekulasi...
USD Jatuh Karena Spekulasi The Fed Menghentikan Kenaikan Suku Bunga
A A A
TORONTO - Dolar Amerika Serikat (USD) jatuh pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, tertekan oleh spekulasi yang tumbuh bahwa bank sentral AS, Federal Reserve akan menghentikan siklus kenaikan suku bunga di tahun ini.

Melansir dari CNBC, Selasa (8/1/2019), data pekerja AS yang kuat pada Desember lalu, yang tumbuh sebesar 312.000 orang tidak mampu mengangkat USD akibat spekulasi tersebut.

Spekulasi ini berkembang seiring pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, baru-baru ini yang akan berharti-hati dalam mengambil kebijakan. Pada Jumat pekan lalu, Powell mengatakan kepada American Economic Association bahwa The Fed tidak berada pada jalur kenaikan suku bunga yang telah ditetapkan. Hal ini berdampak pada penurunan harga mata uang yang dipatok pasar.

"Komentar Ketua The Fed, Jerome Powell akan berhati-hati dalam mengambil kebijakan mendukung kesan bahwa siklus pengetatan The Fed akan melambat atau berhenti dalam beberapa bulan mendatang," ujar Shaun Osborne, kepala strategi valuta asing di Scotiabank di Toronto, Kanada.

Melansir dari Reuters, Selasa (8/1), indeks USD terhadap enam mata uang utama, turun 0,54% menjadi 95,66, tidak jauh dari level terendah 2-1/2 bulan di 95,68, yang dicapai pekan lalu. Hal ini mendorong euro naik 0,76% menjadi USD1,1478 dan franc Swiss bertambah 0,72% menjadi 0,9791 franc per USD.

Selama tahun 2018 yang baru lewat, dolar AS mengungguli banyak mata uang lainnya imbas dari kebijakan The Fed yang menaikkan suku bunga. Jika suku bunga ditahan di 2019, kemungkinan mata uang lain seperti euro akan mengambil keuntungan terhadap USD. Ditambah beberapa investor yang menaruh lebih banyak sisi positif untuk mata uang tunggal Uni Eropa.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
5 Mata Uang Paling Banyak...
5 Mata Uang Paling Banyak Digunakan di Dunia, Nomor 1 Transaksi Hariannya Tembus Rp43.500 Triliun
8 Efek Mata Uang Baru...
8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Mata Uang BRICS Bakal...
Mata Uang BRICS Bakal Gantikan Dolar Disebut Gagasan Konyol
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Berita Terkini
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
1 jam yang lalu
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
1 jam yang lalu
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
10 jam yang lalu
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
11 jam yang lalu
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
11 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved