Bikin Aksi Buang Cabai di Jalan, Petani Demak Minta Maaf

Senin, 14 Januari 2019 - 10:38 WIB
Bikin Aksi Buang Cabai...
Bikin Aksi Buang Cabai di Jalan, Petani Demak Minta Maaf
A A A
JAKARTA - Petani cabai Desa Jeruk Gulung Kecamatan Dempet Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meminta maaf kepada pemerintah khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) atas aksi membuang cabai di jalan yang digelar beberapa hari lalu. Bahkan petani pun kini menolak pernyataan yang menyebutkan adanya impor cabai karena pada kenyataannya tidak ada impor cabai segar sejak 2016.

"Kami mohon maaf kepada Pemerintah dan seluruh ummat, atas insiden kejadian kemarin, saat di antara kami khilaf membuang cabai di jalan. Sungguh kejadian tersebut karena spontanitas, dan kami menyadari perbuatan tersebut tidak etis dan justru membuat kami menjadi malu," demikian Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Sugiyono yang mewakili petani cabai Desa Jerukgulung Kecamatan Dempet Kabupaten Demak, dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Senin (14/1/2019).

"Kami memohon maaf juga, meralat dan koreksi, kemarin ada pernyataan ada impor padahal sebenarnya sejak 2016 sampai sekarang tidak ada impor cabai segar," sambung dia.

Padahal, tegas Sugiyono, perhatian dan bantuan pemerintah pusat melalui Kementan untuk petani cabai sangat luar biasa. Menteri Pertanian Andi Amran begitu sigap membantu menyelesaikan masalah di lapangan dengan tuntas dan sangat cepat.

Sugiyono mengungkapkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah memberikan bantuan sesuai usulan dan permohonan dari petani. Berbagai bantuan dan fasilitas kemitraan, juga jaminan pasar.

"Sesuai usulan dan permohonan kami, malam ini kami sudah difasilitasi kemitraan pemasaran dengan TTI (Toko Tani Indonesia ) dan PT Indofood CBP, juga diserap untuk industri sambal sehingga akan meningkatkan pendapatan kami dan membantu stabilnya harga," ungkapnya.

Tak hanya itu, tambah Sugiyono, petani juga berterimakasih karena Cabai Merah Keriting dari petani Desa Jerukgulung Kecamatan Dempet sudah dibeli dengan harga Rp18.000 per kilogram.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Andi Amran, Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Demak. Sungguh diluar dugaan kami sebelumnya," pintanya.

Oleh karena itu, Sugiyono atas nama petani cabai Demak berjanji tidak mengulangi lagi dan akan lebih banyak melakukan diskusi dan dialog untuk mencari solusi seperti ini. Selain itu, akan mengikuti anjuran manajemen tanam dari pemerintah, meningkatkan efisiensi biaya, meningkatkan kualitas hasil.

"Selain itu juga, kami sudah menandatangani MoU bermitra dengan TTI dan PT Indo Food CBP serta akan menjual melalui pasar lelang cabai sebagaimana telah dilakukan di daerah sentra lain seperti Sleman, Kulonprogo, Magelang dan lainnya," sebutnya.

Dengan cara itu, sambung Sugiono, petani bisa memperoleh harga tertinggi dari penawar yang ada, menerima uang secara tunai dan harga bisa sama standar dalam satu wilayah. Selanjutnya petani akan terus berkomitmen memajukan pangan dan pertanian sebagai ladang hidup.

"Sekali lagi kami mengaku sangat malu dan mohon maaf yang sebesar besarnya atas kejadian ini. Semoga ke depan menjadi lebih baik. Untuk itu, kami meminta agar seluruh video dan berita tidak benar yang sudah beredar di media agar dihapus dan diralat," pinta Sugiyono.

Perlu diketahui, Sugiyono bersama petani cabai lainnya menggelar aksi buang puluhan kilogram cabai merah, di Jalan Raya Demak-Purwodadi pada hari Jumat sore (11/1)
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Pedas, Harga Cabai Rawit...
Pedas, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp140 Ribu per Kg
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Impor Masih Ditahan
Harga Cabai Masih Tinggi,...
Harga Cabai Masih Tinggi, Gelar Pangan Murah Tak Efektif?
Harga Cabai Naik Tinggi,...
Harga Cabai Naik Tinggi, Impor Nanti Dulu!
Hortikultura Laris Manis,...
Hortikultura Laris Manis, Cabai Hingga Jengkol Diekspor ke Jepang
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
33 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
49 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved