Neraca Perdagangan 2018 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Selasa, 15 Januari 2019 - 13:03 WIB
Neraca Perdagangan 2018...
Neraca Perdagangan 2018 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia periode 2018 mengalami defisit USD8,57 miliar. Jika ditarik ke belakang, realisasi neraca perdagangan Indonesia periode 2018 merupakan yang terburuk sejak Indonesia merdeka.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengungkapkan pada 2012, neraca dagang Indonesia mengalami defisit USD1,7 miliar. Kemudian, pada 2013 Indonesia juga mengalami defisit USD4,08 miliar dan 2014 defisit sebesar USD1,89 miliar.

"Pada 2018, defisit kita USD8,57 miliar. Kalau kita mundur kebelakang, defisit di 2012 sebesar USD1,7 miliar, 2013 defisit USD4,08 miliar, dan 2014 defisit USD1,89 miliar," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Jika ditelusuri lebih lanjut, Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan sebanyak enam kali. Periodenya adalah tahun 1945, 1975, 2012, 2013, 2014, dan 2018.

Menurut data BPS, di tahun 1975, Indonesia mengalami defisit sebesar USD391 juta. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti, menjelaskan, sayangnya mengenai data defisit periode 1945 masih didalami oleh BPS.

"Kalau yang tahun 1975 itu defisit. Tapi yang sebelum itu, sedang kami kumpulkan lagi. Tapi yang ini (tahun 2018) yang paling besar. Tapi sejak kapannya, kita belum mau menyebut," terangnya.
Defisit perdagangan tahun 2018 ini, kata Suhariyanto, menjadi pelajaran berharga untuk Indonesia di masa datang. Indonesia harus bisa menekan defisit neraca perdagangan, dengan meningkatkan ekspor.

Pemerintah sendiri mengklaim sudah menggulirkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan ekspor, seperti insentif untuk industri berorientasi ekspor, penyederhanaan perizinan, menurunkan biaya logistik, dan diversifikasi pasar.

Selain itu, pemerintah juga berusaha mengendalikan impor dengan mengerem laju 1.147 komoditas konsumsi dan modal. Serta berupaya menerapkan mandatori biodiesel 20% (B20).

"Perlu jadi catatan, namanya kebijakan kan tidak langsung terimplementasikan. Kita berharap kebijakan kedepan akan semakin bagus," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tertinggi dalam 15 Tahun...
Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir, Neraca Dagang RI Surplus USD35,34 Miliar di 2021
Neraca Perdagangan RI...
Neraca Perdagangan RI Surplus 14 Bulan Beruntun, Ekonomi Mulai Pulih?
Neraca Dagang RI Menang...
Neraca Dagang RI Menang Lawan AS, Tapi Keok dengan Negeri Kpop
Neraca Dagang Indonesia...
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD3,83 Miliar di Februari 2022
Neraca Dagang Mei Diramal...
Neraca Dagang Mei Diramal Surplus USD2 Miliar
BPS: Neraca Perdagangan...
BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus USD2,59 Miliar di Juli 2021
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved