Industri Properti Diperkirakan Bakal Melambat di Asia

Senin, 21 Januari 2019 - 14:34 WIB
Industri Properti Diperkirakan...
Industri Properti Diperkirakan Bakal Melambat di Asia
A A A
JAKARTA - Tren pasar utama dan sektor properti diperkirakan melambat untuk wilayah Asia berdasarkan data ekonomi makro dan faktor geopolitik. Hal ini berdasarkan prediksi terbaru untuk pasar properti Asia pada tahun 2019 yang dirilis oleh Colliers International terpilih sebagai konsultan properti terbaik serta pemimpin global dalam layanan real estat komersial.

“Pertumbuhan yang lebih lambat di Tiongkok dan tanda-tanda kemunduran yang muncul di AS mengaburkan prospek properti Asia. Namun, suku bunga harus naik lebih bertahap dari yang diperkirakan sebelumnya, menekan biaya pendanaan untuk pengembang dan investor," ujar Direktur Eksekutif Riset Colliers International Andrew Haskins di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Dia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi China yang melambat berimbas kepada tren properti di Asia yang juga tertahan. PDB riil Tiongkok akan melambat menuju 6,0% pada 2019, sementara Hong Kong dan Singapura juga akan melihat pertumbuhan yang lebih rendah pada 2019 dibandingkan pada 2018. Jepang dan Korea Selatan terlihat lebih stabil, sementara pertumbuhan di India telah meningkat tajam.

"Sengketa perdagangan tetap menjadi perhatian utama, dan tanda-tanda bahwa pelambatan mulai terjadi di AS dapat membebani Asia. Lebih positifnya, kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya akan membantu menekan biaya dana bagi investor dan pengembang properti di sebagian besar pasar Asia," paparnya.

Diterangkan dalam rilis terbarunya, sektor logistik dan industri harus melihat ekspansi kuat lebih lanjut pada 2019. Di China, pertumbuhan yang kuat dalam e-commerce mendorong permintaan ruang gudang, dan rendahnya lowongan mendorong penyewa ke kota-kota Tier 2. Sedangkan Korea Selatan melihat tren positif yang serupa.

Sementara pertumbuhan di Hong Kong lebih sederhana, investor mengincar aset industri untuk potensi konversi. Pemberian status infrastruktur untuk sektor logistik di India menandai ekspansi yang tajam, dan minat yang lebih tinggi dari pengembang dan investor.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Geliatkan Industri,...
Geliatkan Industri, 1.000 Properti Akan Diluncurkan Serentak di 23 Kota se-Indonesia
Perkuat Modal Ekspansi...
Perkuat Modal Ekspansi Properti, Graha Agung Kencana Gandeng Salvatore Financial
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved