Luhut Pamerkan Potensi Industri Lithium di World Economic Forum

Kamis, 24 Januari 2019 - 00:11 WIB
Luhut Pamerkan Potensi...
Luhut Pamerkan Potensi Industri Lithium di World Economic Forum
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, memamerkan potensi industri lithium Indonesia kepada para calon investor di World Economic Forum 2019 yang digelar di Davos, Swiss hingga 25 Januari mendatang.

Luhut menjelaskan, lebih dari 3.000 orang peserta hadir, mulai dari pelaku bisnis, pemerintahan, masyarakat sipil, seni, budaya, dan media berkumpul mengikuti forum ini dan membahas tantangan ekonomi global.

"Indonesia negara yang pertumbuhan ekonominya digerakkan oleh peningkatan angka saham, tenaga kerja dan inovasi. Sehingga akan mendapatkan puncak bonus demografi pada tahun 2030," ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Hal ini, kata Luhut, juga akan memicu investasi yang lebih besar, baik dari domestik maupun asing. Diperkirakan pertumbuhan terjadi sekitar 1%-2% per tahun dari 2018 hingga 2030.

"Pertumbuhan ini akan didorong oleh kegiatan ekspor dan investasi. Pertumbuhan 30 juta orang tenaga kerja pada 2030, sebanyak 50% dari angka tersebut akan diserap oleh industri manufaktur," katanya.

Industri manufaktur sendiri diperkirakan akan berkontribusi lebih dari 25% dari angka Produk Domestik Bruto pada 2030. Dalam masa dinamis ini, Indonesia memutuskan untuk memajukan industri baterai lithium.

"Lithium memiliki kepadatan energi yang paling tinggi jika dibandingkan jenis baterai lain. Hampir 60%-80% bahan baterai lithium terdiri dari nikel," pungkas Luhut.

Adapun, investasi baterai lithium telah dilakukan di Morowali, Sulawesi Tengah. Investasi tersebut meliputi pengembangan nikel smelting dengan kapasitas produksi yang mencapai 50.000 ton per tahun, termasuk kapasitas produksi nikel hidroksida dan kobalt smelting dengan kapasitas yang mencapai 4.000 ton per tahun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Menko Luhut Gandeng...
Menko Luhut Gandeng Uni Emirat Arab Produksi 1 Juta Vaksin Corona
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
7 menit yang lalu
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
1 jam yang lalu
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
2 jam yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
2 jam yang lalu
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
2 jam yang lalu
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
12 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved