Indonesia Perlu Tenaga Pengajar dari Pelaku Industri

Kamis, 24 Januari 2019 - 02:26 WIB
Indonesia Perlu Tenaga...
Indonesia Perlu Tenaga Pengajar dari Pelaku Industri
A A A
JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan memberikan insentif kepada tenaga pengajar pendidikan vokasi. Namun, rencana ini masih didiskusikan dengan Kementerian Keuangan.

Menristekdikti, Mohamad Nasir, mengatakan pendidikan vokasi penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja. Oleh karenanya, tenaga pengajar yang berlatarbelakang pelaku industri sangat diperlukan.

"Ke depan, supaya dosen dari industri supaya menjadi dosen insentif apa yang diberikan? Nah ini akan saya bicarakan dengan Menkeu, apakah perlu diberikan tunjangan, nanti akan kita detailkan," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Selama ini pengajar di pendidikan vokasi rata-rata berasal dari kalangan akademik yaitu berpendidikan S2 dan S3. Menurutnya, hal ini tidak cukup tanpa ada pengajaran dari pelaku industri sendiri.

"Bagi pendidikan vokasi, dosennya harus dari industri paling tidak 50%. Tujuannya supaya mahasiswa mendapatkan pembelajaran praktik yang ada di industri, itu yang penting," ucapnya.

Kondisi ketenagakerjaan saat ini menunjukkan kendala terbesar yang dihadapi Indonesia bersumber dari terbatasnya keahlian tenaga kerja dan ketidakcocokan antara kebutuhan dengan ketersediaan tenaga kerja. Peningkatan kualitas dan keahlian tenaga kerja masih menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

"Mau tidak mau industri harus masuk di dalamnya yang selama ini tidak pernah dipikirkan," kata dia.

Selain itu, prodi-prodi yang disediakan juga harus yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Apalagi di era revolusi industri 4.0 dimana diperlukan tenaga kerja yang melek teknologi.

"Prodi harus menyesuaikan kebutuhan industri. Jangan sampai membuka prodi yang tidak dibutuhkan oleh industri," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4.000 Tenaga Kerja Terampil...
4.000 Tenaga Kerja Terampil Ditargetkan Didukung Ekosistem Vokasi Industri
Cetak Tenaga Terampil...
Cetak Tenaga Terampil dari Vokasi, Kemendikbudristek Gandeng Mitra Industri
Kemendikbudristek Siap...
Kemendikbudristek Siap Pasok Tenaga Terampil ke Kawasan Industri Kendal
Pendidikan Vokasi Persiapkan...
Pendidikan Vokasi Persiapkan SDM Handal Masuki Dunia Industri
Kolaborasi Jadi Kunci...
Kolaborasi Jadi Kunci Pendidikan Vokasi Hadapi Tantangan Industri
Basperindo Ungkap Strategi...
Basperindo Ungkap Strategi Adang PHK Massal
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
15 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
40 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
47 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
55 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved