Buang Sayur ke Jalan, Pengojek Sayur di Kerinci Minta Maaf

Senin, 28 Januari 2019 - 11:54 WIB
Buang Sayur ke Jalan,...
Buang Sayur ke Jalan, Pengojek Sayur di Kerinci Minta Maaf
A A A
JAKARTA - Para pengojek sayur dan pedagang di Kayu Aro Kerinci, Jambi, meminta maaf atas aksi buang sayuran berupa kentang, kubis, kol dan lainnya ke jalanan yang sempat viral. Ternyata, sayuran yang dibuang tersebut berupa kentang yang kecil-kecil, jelek dan juga kol yang tidak laku di pasaran (reject).

"Dengan ini kami mohon maaf kepada petani dan pihak pihak di bidang pertanian," ujar pengojek dan penjual sayuran di Kayu Aro, Kerinci, Jambi yang diwakili Rosi Vaskal dan Pori Andani, dalam keterangan tertulis yang diperoleh SINDONews, Senin (28/1/2019).

Dalam pembacaan pernyataan permintaan maaf yang didampingi Ketua Gapoktan dan Kepala Desa Sangir Arif Fandani tersebut, selain pengakuan bahwa sayuran yang dibuang merupakan barang yang tidak laku di pasaran, para pengojek sayur tersebut mengakui pula bahwa tindakan mereka tidak mendidik.

"Sekali lagi kami minta maaf kepada masyarakat tani dan tidak akan kami ulangi perbuatan seperti ini lagi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementarian Pertanian dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang telah merespons sigap atas kekhilafan kami ini," ujar Rosi yang mewakili rekan-rekan pedagang dan pengojek sayur di Kayu Aro.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci Radium Khalis mengatakan, saat ini produksi sayuran di Kabupaten Kerinci sedang panen raya. Kerinci merupakan sentra sayuran dan penduduknya mengandalkan hidupnya dari pertanian.

"Kami memberi pembinaan ke petani untuk mengikuti anjuran bertani yang baik dan mendampingi dalam proses produksi, malam ini juga dialog dengan petani mencari solusi-solusinya," ujar dia.

Bahkan, lanjut Radium, pihak dari Kementan pada hari Jumat (25/1) lalu telah memberikan bantuan berupa benih kentang unggul sebanyak 4 ton dan benih kubis untuk 3 hektare.

"Kementan juga menyiapkan bantuan sarana pascapanen dan olahannya sesuai hasil identifikasi kebutuhan kelompok tani," ucapnya.

Terpisah, Dirjen Hortikultura, Kementan Suwandi mengungkapkan Tim Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan selalu bergerak cepat menyelesaikan masalah di lapangan. Kementan pun selalu mendorong agar para petani dalam kelompok tani intensif menerapkan 10 jurus berusaha tani sehingga pasokan dan harga stabil.

"Pertama, agar menggunakan benih unggul sehingga produktivitasnya naik," sebutnya. Kedua, sambung Suwandi, petani agar mengikuti anjuran pola tanam antar waktu dan antarlokasi sehingga pasokan stabil setiap bulannya.Ketiga, petani didorong memproduksi sendiri pupuk organik dari bahan sekitar. Keempat, pestisida yang ramah lingkungan juga agar dibuat sendiri sehingga efisien biayanya dan menghasilkan produk berkualitas. Kelima, tindakan pascapanen yang baik.
Selanjutnya, dilakukan hilirisasi dengan industri olahan skala rumah tangga. Ketujuh, kemitraan dengan pelaku usaha dan eksportir. Kedelapan, membangun tata niaga yang efisien dengan membentuk koperasi. Kesembilan, membangun pasar lelang di farmgate. Dan terakhir, mendorong produk berkualitas untuk dapat masuk ke supermarket dan diekspor.

"Dengan 10 jurus itu diharapkan produksi dan produktivitas naik, harga bagus dan kesejahteraan petani meningkat," pungkas Suwandi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Viral Pedagang Buang...
Viral Pedagang Buang Sayuran, Ini Kata Kementan
Viral Petani Buang Sayuran,...
Viral Petani Buang Sayuran, Ini Penjelasan API
Rayakan Hari Tani Nasional,...
Rayakan Hari Tani Nasional, EdenFarm Teruskan Komitmen untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Protes Relokasi Tempat...
Protes Relokasi Tempat Jualan, Belasan Pedagang di Aceh Tengah Buang Dagangan ke Jalan
Kostratani Dirindukan...
Kostratani Dirindukan Petani Cirebon
Distribusi Terganggu,...
Distribusi Terganggu, Petani Sayuran Rugi Puluhan Juta
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved