Asing Kuasai Unicorn RI, Kepala Bekraf Sebut Pendanaan Lokal Minim

Senin, 28 Januari 2019 - 13:20 WIB
Asing Kuasai Unicorn...
Asing Kuasai Unicorn RI, Kepala Bekraf Sebut Pendanaan Lokal Minim
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menyebut investor lokal tidak mampu mendanai usaha rintisan (startup) yang memiliki valuasi di atas USD1 miliar atau unicorn. Akibatnya, banyak investor asing yang justru masuk ke unicorn Indonesia.

Triawan mengatakan, pilihan pendanaan asing tersebut mau tidak mau harus dilakukan. Sebab, kata dia, jika tidak maka nasib startup Indonesia bisa layu sebelum berkembang. Di sisi lain, Triawan menilai masuknya investor dari luar tak lantas membuat unicorn Indonesia dikuasai asing.

"Tidak (dikuasai asing). Jadi, cara berinvestasi di startup lokal seperti unicorn ini ada berbagai cara," ujarnya kepada SINDOnews di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Triawan mencontohkan, Jack Ma selaku pendiri Alibaba juga mengambil langkah serupa. Hingga kini, Jack Ma hanya memiliki tidak lebih dari 5% saham di Alibaba. "Lebih terkait kontrolnya, bahwa (saham) Jack Ma hanya 5% dan investor Alibaba paling besar dari Jepang, tapi yang kontrol tetap Jack Ma," jelasnya.

Menurut Triawan, unicorn di Indonesia berpotensi besar seperti Alibaba. Namun, memang perlu pendanaan yang besar untuk melakukan ekspansi. "Sama seperti unicorn, lokal juga yang kontrol. Ini karena kita tidak punya dana sebesar itu, tapi tetap dikendalikan orang Indonesia, jadi tidak usah hawatir," pungkasnya.

Besarnya penguasaan asing atas unicorn lokal sejak lama menjadi keprihatinan berbagai kalangan. Mantan Menko Bidang Perekonomian Chairul Tanjung misalnya, pernah mengingatkan bahwa perusahaan-perusahaan startup yang saat ini berkembang didominasi kepemilikannya oleh pihak asing.

"Jangan berpikir Gojek itu milik anak bangsa, jangan berpikir Tokopedia itu milik anak bangsa, jangan berpikir semua yang ada saat ini milik anak bangsa," ujarnya dalam Seminar Nasional dan Kongres ISEI XX 2018 lalu.

Dia berargumen, anak bangsa yang memiliki berbagai startup tersebut hanya memiliki saham yang kecil. Sebaliknya, kepemilikan saham terbesarnya adalah pihak asing.

"Kenapa? Karena model bisnisnya membuat hal seperti itu. Investornya masuk USD1 billion, mengambil alih langsung 97%, yang founder disisain 3%. Besok dia masuk lagi, turun lagi, lama-lama selesai," cetusnya.

Dia mengingatkan bahwa hak ini akan jadi masalah dalam jangka panjang, karena begitu dikuasai asing, dan 5-10 tahun lagi saat perusahaan membesar, maka yang menikmati devidennya adalah investor asing.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menakar Keuntungan Investasi...
Menakar Keuntungan Investasi Telkomsel di Gojek
Menko Airlangga Pamer...
Menko Airlangga Pamer RI Punya 8 Unicorn dan 1 Decacorn
Analis Sebut Aksi Bakar...
Analis Sebut Aksi Bakar Uang Bisa Bikin Unicorn Jadi Popcorn
7 Startup Unicorn di...
7 Startup Unicorn di Indonesia, Ada yang Valuasinya Tembus Rp45 Triliun
Banjir Duit! Pemodal...
Banjir Duit! Pemodal Ventura Guyur Startup Rp9.652,5 Triliun di 2021
Unicorn Bukan Jaminan...
Unicorn Bukan Jaminan Selamat dari Krisis
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
3 jam yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
4 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
5 jam yang lalu
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
5 jam yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
5 jam yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved