Turuti AS, China Kebut Undang-undang Investasi Asing yang Baru

Rabu, 30 Januari 2019 - 12:36 WIB
Turuti AS, China Kebut...
Turuti AS, China Kebut Undang-undang Investasi Asing yang Baru
A A A
BEIJING - Parlemen China akan memberikan suara pada bulan Maret tentang undang-undang investasi asing baru yang akan melarang transfer teknologi paksa dan campur tangan pemerintah secara ilegal dalam praktik bisnis asing.

Percepatan proses yang biasanya memakan waktu satu tahun atau lebih itu disinyalir karena Beijing bergegas untuk memenuhi tuntutan Washington, guna menurunkan eskalasi perang dagang antara kedua negara.

Pemerintahan Trump menuduh Beijing melakukan pencurian kekayaan intelektual dan memaksa transfer kekayaan intelektual. AS pun menuntut perubahan dan mengancam pengenaan tarif lebih lanjut melalui perang dagang yang berkobar antara dua negara tahun lalu.

Kedua belah pihak akan mengadakan pembicaraan dua hari di Washington mulai hari ini dalam diskusi tingkat tinggi sejak Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyetujui gencatan 90 hari dalam perang dagang mereka bulan Desember lalu.

Keputusan untuk mempercepat proses legislatif datang setelah Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) mengadakan sesi dua hari khusus minggu ini untuk melakukan tinjauan kedua terhadap rancangan tersebut. Draf pertama undang-undang tersebut diserahkan pada 23 Desember 2018, dengan draf tersedia untuk umum untuk dikomentari hingga 24 Februari 2019.

"Ada kebutuhan mendesak agar undang-undang itu disahkan karena undang-undang saat ini hampir tidak bisa mengejar perubahan persyaratan dalam membangun sistem ekonomi terbuka baru," ujar Menteri Kehakiman China Fu Zhenghua yang dikutip Reuters dari Xinhua, Rabu (30/1/2019).

Setelah diadopsi, undang-undang ini akan menggantikan tiga undang-undang yang ada yang mengatur usaha patungan dan perusahaan yang sepenuhnya dimiliki asing.

Hingga Oktober 2018, terdapat hampir 950.000 perusahaan yang didanai asing yang terdaftar di China. Menurut Xinhua, secara keseluruhan perusahaan-perusahaan itu membenamkan investasi lebih dari USD2,1 triliun.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Kinerja ALMI Terpukul...
Kinerja ALMI Terpukul Kondisi Perekonomian Global
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
Tarif Tinggi AS Bakal...
Tarif Tinggi AS Bakal Menampar Impor dari China hingga Rp286,5 Triliun
Solusi Xi Jinping untuk...
Solusi Xi Jinping untuk Ekonomi China Berisiko Picu Perang Dagang Baru
Bangun Ekonomi Konsumen...
Bangun Ekonomi Konsumen Skala Besar, China Buka Pasar Bagi Perusahaan Semua Negara
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
7 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
9 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
9 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
11 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
11 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved