Ombudsman Minta Bulog Tinjau Ulang Rencana Ekspor Beras

Senin, 04 Februari 2019 - 13:55 WIB
Ombudsman Minta Bulog...
Ombudsman Minta Bulog Tinjau Ulang Rencana Ekspor Beras
A A A
JAKARTA - Ombudsman RI meminta Perum Bulog meninjau ulang rencana ekspor beras pada tahun ini. Ombudsman RI juga memberikan peringatan kepada Bulog untuk memperhitungkan secara matang produktivitas beras lokal.

Komisioner Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih menegaskan, sebelum ekspor, Bulog harus memastikan jika kebutuhan dalam negeri tercukupi. Pasalnya, jika kebutuhan lokal tidak terpenuhi, hal itu akan menganggu stabilisasi harga beras.

"Dalam rencana ekspor beras ini kami ingin ingatkan untuk berhati-hati. Warning dari Ombudsman, hati-hati sekali dalam ekspor," ujar Ahmad Alamsyah di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Dia mengatakan, keputusan ekspor bisa berdampak pada kenaikan harga beras di pasaran. Dia juga berharap ekspor beras oleh Bulog tidak lantas menyisakan beras kualitas rendah untuk operasi pasar di dalam negeri. "Jangan ketika ekspor yang kualitas baik pemasaran dalam negeri dengan yang kualitasnya kurang baik," katanya.

Ombudsman menyarankan agar Bulog membuat kerangka kebijakan terkait kualitas beras yang bagus untuk ekspor maupun untuk kebutuhan dalam negeri (operasi pasar). "Intinya jangan sampai salah dalam melakukan management stock," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya menargetkan ekspor beras ke sejumlah negara tetangga pada pertengahan tahun ini. Ekspor rencananya dilakukan seusai panen raya pada pertengahan bulan April hingga akhir Mei 2019.

Pria yang kerap dipanggil Buwas ini mengatakan, Bulog menargetkan penyerapan 1,8 juta ton beras dari petani dari januari hingga April. Ditambah stok yang dimliki sebanyak 2,1 juta ton, stok beras bisa melebihi 4 juta ton.

Menurut Buwas, alasan lain dari ekspor ini adalah soal kapasitas gudang Bulog yang hanya mampu menampung beras sebanyak 3,6 juta ton. Jika dipaksakan, jelas dia, hasilnya bisa merusak beras secara perlahan. Untuk itu, ekspor dinilai merupakan langkah tepat untuk efisiensi dan menjamin pengawasan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Soroti Mekanisme...
Ombudsman Soroti Mekanisme Penyaluran Beras Bulog
Bulog Bongkar Kualitas...
Bulog Bongkar Kualitas Beras SPHP dan Bangpang, Layak Dikonsumsi?
Stok Beras RI Capai...
Stok Beras RI Capai 4 Juta Ton, Bulog Bicara Soal Kualitas
Langkah Strategis BULOG,...
Langkah Strategis BULOG, Ambil Peluang Ekspor Beras Premium ke Arab Saudi
Beras Mahal dan Langka...
Beras Mahal dan Langka di Tengah Klaim Surplus 3,5 Juta Ton, Ombudsman: Sudah Genting
400.000 Ton Beras Akan...
400.000 Ton Beras Akan Tiba di RI, Buwas: Kita Tidak Impor Lagi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved