Sumringah, Ekspor Salak Meningkat 28%

Selasa, 12 Februari 2019 - 02:01 WIB
Sumringah, Ekspor Salak...
Sumringah, Ekspor Salak Meningkat 28%
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar mendorong ekspor berbagai komoditas unggulan, di antaranya salak. Salak atau snack fruit tumbuh subur di Indonesia dan tidak dimiliki negara lain, dengan berbagai jenis varietas yakni Salak Pondoh, Nglumut, Gula Pasir, Padang Sidempuan, Sari Intan 48.

"Ekspor salak untuk mengisi pasar di Asia dan beberapa negara lainnya. Dari data BPS, ekspor salak 2018 sebesar 1.233 ton naik 28% dibandingkan 2017 sebesar 965 ton," ungkap Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi dalam keterangan tertulis, Senin (11/2/2019).

Suwandi menyebutkan mengacu data BPS tersebut, adapun negara tujuan ekspor salak yakni China, Kamboja, Malaysia, Singapura, Thailand, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Timor Leste, Belanda, Qatar, Hong Kong, Jerman dan Inggris.

"Luas lahan salak 2018 seluas 23.204 ha dengan produksi 983.000 ton tersebar di sentra di Kabupaten Sleman, Magelang, Banjarnegara, Tapanuli Selatan, Karangasem dan daerah lainnya," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Edy Sri Harnanto mengatakan terdapat 2.300 ha salak di Sleman melibatkan 11.500 rumah tangga petani. "Diharapkan ekspor salak Sleman tahun depan meningkat lagi seiring perawatan kebun dan sudah ada packaging house-nya," ujarnya.

Sementara itu, Haryanto dari Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Mardikorejo, Kecamatan Tempel Sleman mengatakan satu kelompok Tani di daerahnya mengelola 10 ha salak, dan pasar tidak ada masalah. Bahkan kelompok taninya bersama asosiasi sudah bermitra dengan eksportir yang ekspornya ke China dan Kamboja mencapai 200 hingga 400 ton per tahun.

"Harga di petani Rp7.500/kg sampai Rp8.000/kg untuk grade-B, isi 14 sampai 16 butir/kg ini sudah kelas ekspor. Untuk grade-A isi 12 butir/kg lebih mahal lagi, sedangkan untuk grade borongan bisa lebih murah," tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BBKP Makassar Proyeksikan...
BBKP Makassar Proyeksikan Bulukumba Jadi Percontohan Ekspor Manggis
Teken Kontrak Rp1,1...
Teken Kontrak Rp1,1 Triliun, Spanyol Borong Kopi, Manggis hingga Jeruk Purut Indonesia
4 Manfaat Buah Salak...
4 Manfaat Buah Salak Penurun Kolesterol, Apa Saja?
5 Manfaat Mengejutkan...
5 Manfaat Mengejutkan Buah Salak bagi Tubuh, Salah Satunya Turunkan Berat Badan
Mengenal Prosedur dan...
Mengenal Prosedur dan Kepabean Ekspor
Tujuan China dan Filipina,...
Tujuan China dan Filipina, Ekspor Produk Turunan Jagung-Gandum Dilepas Mentan
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
10 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
25 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
59 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved