Wall Street Bergoyang Karena Konflik Dagang Masih Berlangsung

Selasa, 12 Februari 2019 - 07:50 WIB
Wall Street Bergoyang...
Wall Street Bergoyang Karena Konflik Dagang Masih Berlangsung
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) bergoyang pada penutupan dagang Senin waktu setempat, karena investor mengkhawatirkan perundingan dagang AS dengan China yang tidak menghasilkan kesepakatan hingga batas waktu Maret mendatang.

Melansir dari CNBC, Selasa (12/2/2019), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup lebih rendah 53,22 poin atau 0,21% menjadi 25.053,11. Indeks S&P 500 naik tipis 0,07% ke level 2.709,80, ditopang sektor kesehatan dan komunikasi. Nasdaq bertambah 0,13% menjadi 7.307,90.

"Pasar saham sekarang menunggu hasil dari masalah perdagangan dan geopolitik yang masih berlangsung. Pasar sedang berada di titik tunggu, mencoba menilai apakah ada kemungkinan kesepakatan dagang," ujar Brent Schutte, kepala strategi investasi di Northwestern Mutual Wealth Management.

Pasar terus mengamati pergerakan negosiasi AS dan China, dimana pada Minggu kemarin, dua pejabat AS melaporkan bahwa penasihat Presiden AS Donald Trump telah membahas secara informal jadwal pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping pada bulan Maret di Mar-a-Lago, kediaman pribadi Trump di Florida.

Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pertengahan bulan Maret. Namun belum ada waktu pastinya. Trump sendiri mengatakan pada pekan lalu, dirinya tidak akan melakukan pertemuan dengan Xi Jinping sebelum batas waktu Maret mendatang.

Jika kesepakaran dagang tidak tercapai sampai batas waktu, rencananya AS akan kembali memberlakukan tarif tambahan untuk produk asal China. Hanya saja, kata seorang pejabat di Gedung Putih, AS akan memperpanjang tenggat waktu tersebut.

Pejabat AS dan China akan melanjutkan pembicaraan dagang pada pekan ini, dengan fokus pada kekayaan intelektual. "Amerika Serikat adalah produsen yang hebat di bidang teknologi, inovasi, pengetahuan, dan rahasia dagang. Kita harus melindungi hal itu," kata Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, pada pekan lalu.

China saat ini membutuhkan negosiasi perdagangan imbas melambatnya pertumbuhan ekonomi mereka. Sejak Trump menabuh genderang perang dagang, ekonomi China jatuh ke level terendah sejak 2005. Bahkan, Pemerintah China mengungkapkan akibat konflik dagang yang dilakukan oleh Trump, ekonomi negara mereka tumbuh pada laju paling lambat dalam 28 tahun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Tengah Kekhwatiran...
Di Tengah Kekhwatiran Pandemi dan Perang Dagang, Wall Street Cetak Rekor
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
9 menit yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
26 menit yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
40 menit yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
59 menit yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
1 jam yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
1 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved