Wall Street Jatuh Setelah Data Penjualan Ritel AS Melemah

Jum'at, 15 Februari 2019 - 08:03 WIB
Wall Street Jatuh Setelah...
Wall Street Jatuh Setelah Data Penjualan Ritel AS Melemah
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat, merespon data penjualan ritel yang jauh lebih lemah dari perkiraan.

Melansir dari CNBC, Jumat (15/2/2019), Departemen Perdagangan AS mencatat penjualan ritel turun 1,2% pada Desember 2018. Menjadi penurunan bulanan terbesar sejak September 2009.

Hasil ini membuat indeks S&P 500 merosot 0,27% menjadi 2.745,72, karena kerugian di sektor konsumen dan keuangan. Dow Jones Industrial Average turun 103,88 poin menjadi 25.439,39, akibat anjloknya saham Coca-Cola. Hanya Nasdaq yangnaik, itupun tipis 0,1% ke level 7.426,95, berkat kenaikan saham Netflix lebih dari 2%.

"Penurunan penjualan ritel 1,2% ini jumlah yang mengerikan," ujar Peter Boockvar, kepala investasi di Bleakley Advisory Group di New York.

Menurut catatan dia, konsumen AS merupakan pemegang kendali ekonomi negaranya. Setelah melihat data tersebut, ia berharap data penjualan ritel pada Januari bisa rebound. Begitu pula bulan Februari, yang diharapkan menggairahkan daya beli konsumen.

Selain melemahnya penjualan ritel, rendahnya Wall Street juga disebabkan oleh imbal hasil treasury AS yang jatuh. Imbal hasil treasury AS bertenor 10 tahun, diperdagangkan sebesar 2,66%, turun dari level sebelumnya 2,69%.

Adapun indeks dolar Amerika Serikat terhadap enam mata uang lainnya, melemah. Sehingga euro naik 0,3% menjadi USD1,1294 dan yen menguat sebesar 0,2%.

Lael Brainard, salah seorang anggota gubernur Federal Reserve, mengatakan kepada CNBC bahwa risiko penurunan ekonomi "telah meningkat." Karena itu, sambung dia, pembicaraan perdagangan AS-China yang masih berlangsung merupakan suatu hal yang sangat baik.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved